Penjual Hewan di Mojokerto Keluhkan Sepi Pembeli

Penjual Hewan kurban disalah satu pasar di Mojokerto                                   foto : Elo_kanalindonesia.com)

KANALINDONESIA.COM : Meski kurang dari dua minggu jelang Hari Raya Idul Adha, masyarakat Mojokerto belum terlihat berbondong-bondong membeli hewan ternak untuk berkurban. Hal ini terbukti, di pasar sapi Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, para pedagang hewan mengeluhkan sepinya pembeli yang berkunjung.

Salah satu pedagang hewan, Arip mengaku, sepi pembeli meski sudah mendekati Hari Raya Idul Qurban.

“Masih sepi pembeli, yang beli masih digunakan pedagang daging untuk dijual sebagai bahan baku bakso. Kalau untuk Idul Qurban, belum ada yang beli,” ungkapnya. (27/8/2016)

Baca:  Hingga 24 Januari 2020, Serapan KUR Pertanian Capai Rp 577 Miliar

Masih menurut warga Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang ini, hewan ternak khususnya sapi banyak permintaan saat bulan hajatan seperti syawal yakni setelah Hari Raya Idul Fitri lalu. Namun saat tidak ada musim hajatan baik nikahan maupun khitanan, lanjut Arip, sepi pembeli.

“Nanti ramai lagi saat Idul Qurban tapi untuk saat ini masih sepi, biasanya ramai H-3 Idul Qurban. Saat ini, harganya sesuai bobot hidup untuk sapi jantan Rp4,4 juta per kwintal, sedangkan untuk sapi betina Rp4,2 juta per kwintal. Harga ini naik dari sebelumnya dan akan naik jika mendekati Idul Qurban, nanti diperkirakan akan naik lagi,” katanya.

Arip menambahkan, untuk menentukan hewan seperti sapi, mahal dan tidaknya dilihat dari bobot sapi bukan umurnya. Semakin berbobot, lanjut Arip, maka semakin mahal. Meski sepi pembeli dan harga sapi mahal, namun untuk pakan sapi berupa rumput serta kangkung kering, ia mengaku tidak kesulitan mencari. Pria ini mengaku bahwa sapi-sapi dagangannya ia ambil dari Jombang.

Baca:  Dispertanak Jamin Stok Hewan Kurban Aman

“Saya ambil sapinya dari jombang, baik di peternak rumahan, maupun di pasar sapi jombang,” pungkasnya.(elo)