Peserta “Youth Camp” Diingatkan Tak Pelajari Agama di Internet

KANALINDONESIA.COM, MATARAM: Gubernur NTB Dr. M. Zainul Majdi MA., meminta agar mahasiswa sebagai pelanjut generasi bangsa kedepan tidak belajar agama melalui internet.

Mengingat saat ini, banyak masyarakat yang belajar agama cukup hanya dengan mengakses internet yang berdampak pada sempitnya pemahaman keagamaan yang diperoleh seseorang.

Demikian disampaikan pria yang akrab disapa TGB ini saat membuka kegiatan “Youth Camp Lombok for Peace Leaders”, Senin (22/1/2018) kemarin.

Sempitnya pemahaman keagamaan seseorang, kata TGB jadi salah satu sumber lahirnya radikalisme dan ekstrimisme di Indonesia.

“Faktor radikalisme sangat banyak. Pertama memahami agama secara salah. Bacanya benar, tapi mahaminya salah. Sekarang belajar di internet,” urai TGB.

Mempelajari agama lewat google tentu tidak salah, namun rantai keilmuannya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga kata dia, jika ingin mempelajari agama, belajarlah pada orang yang tepat, alim ulama.

“Untuk yang ini, solusinya membaca teks yang benar,” ujarnya.

Faktor lain penyebab lahirnya radikalisme ialah disebabkan oleh keadaan sosial tertentu atau ketidakadilan sosial, ekonomi, politik. Termasuk ketidakadilan pada berbagai aspek lainnya.

“Kontribusi anda untuk menghilangkan faktor kedua ini ialah berperan menciptakan kebaikan,” seruanya. (Yus)