Tingginya Curah Hujan, Petambak di Desa Pucangtelu Lamongan Mencoba Bertahan

Lahan tambak di wilayah Desa Pucangtelu Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan sudah tidak nampak pematang pembatasnya (galengan) karena terendam air akibat curah hujan tinggi.

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Saat ini di sebagian besar wilayah Kabupaten Lamongan dan sekitarnya intensitas hujannya cukup tinggi dalam beberapa minggu terakhir ini, sehingga menenggelamkan ratusan hektar lahan tambak di beberapa kecamatan. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi tersebut akan terus berlangsung hingga Maret 2018. Curah hujan tinggi menjadi tantangan buat petambak udang dan ikan, karena mengganggu kondisi tambak.

Daerah yang merasakan dampak curah hujan yang tinggi tersebut adalah petambak di wilayah Desa Pucangtelu Kecamatan Kalitengah. Wilayah Kecamatan Kalitengah merupakan daerah yang dilalui oleh aliran sungai Blawi (Kali Bengawan Jero) yang merupakan anak Sungai Bengawan Solo, sehingga debit air yang berada di kawasan lahan pertambakan di Desa Puncangtelu pun berangsur-angsur naik, hingga menenggelamkan tambak udang dan ikan.

Kepala Desa Pucangtelu, Kaseran saat ditemui kanalindonesia.com pada hari Selasa (23/1/2018) mengatakan sudah hampir satu bulan debit air di wilayah Desa Pucangtelu berangsur-angsur naik karena mendapatkan kiriman air dari wilayah sekitar. Sementara itu, air yang sudah mengumpul tersebut tidak dapat dibuang karena kondisi air diwilayah timur Desa Pucangtelu pun tinggi sehingga menggenang di wilayah Desa Pucangtelu.

“Wilayah kami ada sekitar 114 Hektar lahan tambak, sejak awal Januari kemarin sudah terendam air sehingga petambak sudah memasang waring (jaring) mengelilingi lahannya sebagai antisipasi jangan sampai ikannya lepas. Kerugian jelas dirasakan oleh petambak, diperkirakan kerugian yang dirasakan oleh petambak di wilayah Desa Pucangtelu 570 Juta Rupiah ”, kata Kaseran.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, banjir musiman yang selalu datang setiap tahun ini, melanda semua wilayah di Kecamatan Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah. Namun, menurutnya, kondisi terparah di alami oleh petambak yang ada di wilayah Kalitengah.

“Hujannya kan deras terus di sini, cepat naik lagi karena ada kiriman dari wilayah Lamongan kidul (selatan, red) dan dari sebelah barat Desa Pucangtelu “, pungkas Kaseran

Sementara itu, Suparti (50) salah satu petambak mengatakan kalau dirinya baru saja menebarkan benih ikan (glondong), dalam keadaan seperti ini bisa jadi benih ikan itu pun banyak yang lepas karena terbawa derasnya air yang datang. Dipastikan kerugian pun akan dirasakan oleh petambak, akan tetapi petambak berusaha bertahan untuk memasang pembatas waring (jaring kelambu) mengelilingi lahan untuk menyelamatkan ikan-ikan yang masih di dalam lahan agar tidak lepas.

“Tambak-tambak sudah banyak yang begini (tenggelam, red), hampir semua galengan (pematang, red) di wilayah Desa Pucangtelu sudah gak kelihatan. Kalau wilayah yang parah di Dusun Dukuhan, dan Kentong,” kata Suparti. (Omdik)