Jelang Pilbub, 21 Ribu Warga Jombang Belum Punya e-KTP

kantor dispendukcapil Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Jelang pemilihan bupati (Pilbub) Jombang, Jawa Timur, yang kurang enam bulan lagi,  terdapat 21 ribu warga yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Situasi ini dikhawatirkan akan berdampak pada hak pilih seseorang, sesuai dengan Pasal 200 Huruf A Undang-undang Republik Indonesia No 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua  Atas Undang-undang No 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No 1 Tahun 2014 Tentang pemilihan gubernur, bupati dan wali kota.

“data  kependudukan selalu berubah tiap hari terkait adanya kelahiran, kematian, pindah dan datang, ” kata Sjarifudin, pada sejumlah jurnalis, Selasa 23 Januari 2018.

Masih menurut Sjarifudin dari data Dispendukcapil jumlah penduduk Kabupaten Jombang sebanyak 1.394.853 jiwa, dan dari jumlah tersebut yang wajib memiliki e-KTP sebanyak 1.052.780 jiwa. Dan masih ada sebanyak 21.571 jiwa belum memiliki e-KTP.

“Nah yang telah memiliki KTP-el jumlahnya 1.031.209 atau telah mencapa 98 persen. Sisanya dua persen atau 21.571 belum memiliki. Dikhawatirkan bisa mengganggu hak pilih,” ungkapnya.

Lanjut Sjarifudin, sedangkan untuk yang sudah perekaman namun belum melakukan proses cetak e-KTP atau print ready record (PRR), ada 2.469 jiwa. “Ini memegang suket (surat keterangan) yang fungsinya sama dengan e-KTP,” ujarnya.

Imbuh Sjarifudin, dan untuk data Polri dan TNI, pihaknya sudah meminta data masing-masing anggota yang telah pensiun.“anggota Polri atau TNI aktif tidak memiliki hak pilih. Namun ketika sudah pensiun, mereka boleh menyalurkan hak pilihnya. Maka itu kami bersurat kepada dua institusi,” pungkasnya.(elo)