Polisi Dalami Dumas Warga Senden Peterongan Jombang, Atas Dugaan Penjualan Pupuk Subsidi Diatas HET

sejumlah warga Desa Senden saat melaporkan dugaan penjualan pupuk subsidi di atas HET

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Dugaan mark-up harga jual pupuk subsidi dari pemerintah, yang dilakukan oleh Kepala Desa (kades) dan Kepala Dusun (Kasun) Tembelang, Desa Senden, Kecamatan Peterongan Jombang jawa Timur, kini didalami oleh unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Jombang.

“ ini tadi saya konfirmasi ke Polres tentang Dumas kita kemarin, terkait adanya dugaan mark-up harga jual pupuk subsidi dari pemerintah, yang dilakukan oleh kades dan Kasun, dan insyallah Dumasnya baru turun hari ini ke unit tipikor,” kata Beny Hendro Yulianto selaku pendamping warga Senden, dari Bidang Hukum Ormas Projo Jombang, Sealasa 23 Januari 2018.

Masih menurut Beny, kita apresiasi langkah yang dilakukan oleh Polres Jombang, mengenai perkara tersebut. Dan semoga kasus ini segera terang benderang. “ tadi kata penyidik dalam waktu dekat pihak Polres akan memanggil sejumlah saksi-saksi untuk dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Sementara itu Bachrudin selaku kordinator warga yang melakukan pengaduan masyarakat (Dumas), terkait adanya dugaan mark-up harga jual pupuk subsidi dari pemerintah, yang dilakukan oleh kades dan Kasun di Desanya, berharap agar pihak Kepolisian menegakkan hukum seadil-adilnya, dan segera memproses pihak-pihak terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“kita berharap agar Polisi segera melakukan penyelidikan, hingga penyidikan. Dan kami menaruh harapan yang besar agar kasus ini jangan sampai berhenti di tengah jalan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Desa Senden, Kecamatan Peterongan Jombang Jawa Timur, mendatangi Polres Jombang, pada hari Selasa 19 Desember 2017. Warga yang didampingi oleh Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Projo Jombang, ini sengaja mendatangai Polres Jombang untuk melaporkan adanya dugaan mark-up harga jual pupuk subsidi dari pemerintah, yang dilakukan oleh Kepala Desa (kades) dan Kepala Dusun (Kasun) Tembelang, Desa Senden.

“ kemarin saya beli dua sak pupuk phonska (red : NPK) yang harga semsetinya Rp 120.000,-, saya kasi uang Rp 300.000,-  kembaliannya Rp 15.000,-, jadi harga per sak nya Rp 142.500,-, umumnya kan Rp 120.000,- mas,” ungkap Setyono.

Dari data yang dihimpun redaksi, pada 7 Desember 2016, Kementrian Pertanian (Kementan) mengeluarkan Permentan terbaru Nomor 59/Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 60/Tahun 2015, bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2016 dinyatakan masih berlaku.

Harga Pupuk Bersubsidi 2016/2017:

1 Urea 1800 kemasan 50 kg: Rp 90.000

2 SP36 2000 kemasan 50 kg: Rp 100.000

3 ZA 1400 kemasan 50 kg: Rp 70.000

4 NPK 2300 kemasan 50 kg: Rp 115.000

5 Organik 500 kemasan 40 kg: Rp 20.000

Dengan rincian, HET sesuai dengan Permentan tersebut untuk pupuk urea Rp 1.800 per kilogram (kg), pupuk SP-36 Rp 2.000 per kg, pupuk ZA Rp 1.400 per kg, pupuk NPK Rp 2.300 per kg, dan pupuk organik Rp 500 per kg. Ketetapan HET itu tertuang dalam Permentan No 60/SR.310/12/2015 tentang Kebutuhan dan Harga Eceran Tertinggi untuk Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2016.(elo)