Kedapatan Nyabu, Mantan Anggota DPRD Ponorogo Diamankan Polisi

salah satu barang bukti yang diamankan petugas
salah satu barang bukti yang diamankan petugas

KANALINDONESIA.COM : Satreskoba Polres Ponorogo mengamankan mantan anggota DPRD Ponorogo, karena diduga telah menggelar pesta sabu di sebuah rumah yang berada di Jalan Halim Perdana Kusuma, Ponorogo, Kamis(25/08/2016) malam lalu.

Mereka adalah SR dan HD, bersama tiga orang lainnya ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Ponorogo dalam sebuah penggerebekan. Saat ini kelima orang pelaku masih dalam penyidikan dan pemeriksaan polisi untuk pengembangan.

Informasi yang dihimpun menyatakan, kelima orang tersebut didapati sedang mengkonsumsi narkoba di rumah milik MD, yang juga adik anggota DPRD Ponorogo saat ini. Yaitu di Kelurahan Tonatan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Satu orang adalah adik seorang dokter spesialis dan satu lagi belum diketahui identitasnya.

Mereka adalah target operasi atau TO yang telah cukup lama dibidik oleh petugas.

Saat ditangkap, dua orang diantara mereka sedang menggunakan bong untuk menghisap uap sabu. Satu orang baru saja tiba ke lokasi pesta narkoba. Sedangkan dua orang lainnya sedang duduk-duduk di ruang yang sama.

Terkait dengan itu, Kapolres Ponorogo AKBP Harun Yuni Aprin membenarkan adanya pengungkapan kasus narkoba yang melibatkan mantan anggota DPRD tersebut. Hal ini adalah bentuk komitmen kepolisian dalam melakukan penegakan hukum.

“Yang jelas masalah narkoba ini kan sudah jadi atensi presiden. Ya kami tidak pandang bulu lah dalam pemberantasan penyalahgunaan maupun peredarannya,” ungkap AKBP Harun, Jumat (26/08/2016).

Ditambahkanya, saat penangkapan, di lokasi ‘pesta sabu’ tersebut petugas mendapatkan sejumlah barang bukti. Mulai dari alat yang dipakai menghisap sabu dan sejumlah sabu sisa pesta tersebut. “Ya barangnya ada di lokasi itu,” ujarnya.

AKBP Harun menambahkan, setelah penangkapan, kelima pelaku masih terus diperiksa oleh anggotanya. Salah satunya dengan tes urine.

“Tiga dari mereka positif (mengandung narkoba) saat dites urine. Tapi untuk kasus narkoba, dalam penangkapannya kita ada waktu selama 7 kali 24 jam untuk mendalami dan terus memeriksanya. Yang jelas akan kami proses sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Dalam penggrebekan tersebut berhasil diamankan barang bukti berupa 6 bungkus plastik masing- masing berisi serbuk kristal yang diduga sabu dengan berat kotor total 3,14 gram; 1 lembar kertas coklat bekas bungkus sabu; 1 plastik klip bungkus sabu; 1 buah gunting; 2 korek api gas; 3 buah potongan sedotan plastik; 1 bekas bungkus rokok  didalamnya berisi:  5 pipet kaca; 1 buah caton  but; 1 buah potongan sedotan; 1 lembar kertas grenjeng; 1 buah timbangan digital; 1 rol isolasi dengan tempatnya; 1 pak sedotan plastik; 3 pak plastik klip; 2 buah bekas rangkaian bong; 1 bungkus plastik berisi tawas, satu buah kotak berisi; 4 buah potongan sedotan plastik; 2 buah catton but; 1 lembar kertas grenjeng; 1 botol yang diduga bong; 2 gulung kertas alumunium foil.

Atas perbuatanya tersebut, para pelaku dianggap telah melakukan tindak pidana setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan 1 bukan tanaman dan akan dikenakan pasal 112 ayat 1 UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika

AD