Gantung Diri jadi Pilihan Petani ini Tuk Mengakhiri Hidup

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Lono (85) seorang petani warga RT 22/RW 5 Dusun Pucung Desa/Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di sebuah pohon Klengkeng, hingga tewas. Dia nekat melakukan perbuatan itu lantaran penyakit menahun (stroke) yang dideritanya dan tak kunjung sembuh, Rabu (24/1).

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S melalui Kasubag Humas Iptu Supadi membenarkan peristiwa tersebut. Korban saat di temukan warga sudah dalam kondisi mengenaskan, dengan leher terlilit tali tampar dan menggantung di sebuah pohon Klengkeng.

“ Benar telah terjadi orang bunuh diri dengan cara gantung diri hingga tewas. Diduga korban depresi, karena penyakit stroke yang di derita tidak kunjung sembuh. Untuk saat kasus telah di tangani oleh Polsek Munjungan jajaran Polres Trenggalek,’’ terangnya.

Diungkapkan, peristiwa itu berawal, pada Sabtu (24/1) sekitar pukul 04.00 Wib korban keluar rumah tanpa sepengetahuan Isterinya. Kemudian dalam perjalanan tepatnya di samping rumah korban, berpapasan (bertemu) dengan tetangganya yakni Hj Kharimah (saksi).

Begitu bertemu dengan korban, ia menanyakan kepada korban hendak pergi kemana. Korban pun menjawab akan pergi ke sungai dengan maksud buang hajat. Karena mengetahui kondisi korban yg sedang sakit dan sulit untuk berjalan, akhirnya berinisiatif untuk membuntuti korban ke sungai dan mengambil lampu senter terlebih dahulu.

Setelah sampai disungai, tidak menemukan korban (Lono), selanjutnya saksi memutuskan untuk kembali lagi kerumah. Dalam perjalanannya pulang, sekitar pukul 04.45 Wib mendapati korban sudah menggantung (Gantung diri) di pohon Kelengkeng yg berada dipekarangan rumah korban.

Spontan langsung berteriak meminta tolong, selanjutnya peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Munjungan. Kemudian petugas yang dipimpin langsung Kapolsek Munjungan AKP Totok Sudarto di bantu Unit Identifikasi Satreskrim Polres Trenggalek bersama tim medis mendatangi TKP guna melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap jenazah.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan tim medis, korban meninggal akibat gantung diri. Sesuai dengan hasil visum luar ditemukan lebam mayat ditungkai kaki dan keluarnya air seperma dikemaluan korban. Tidak ditemukan tanda tanda bekas kekerasan pada tubuh korban.

“ Berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan saksi saksi, keterangan tim medis dengan visum luar dan hasil lidik awal disimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat gantung diri. Keluarga menerima korban sebagai takdir dan meminta untuk tidak dilakukan outopsi dan dikuatkan dengan surat pernyataan yang bermaterai,’’pungkas Supadi . (hamzah)