Cemarkan Nama Media, Oknum Guru di Lamongan Dilaporkan ke Polisi

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Kepala Biro Media SindoRaya yang membawahi wilayah Kabupaten Lamongan, Gresik, Mojokerto, Tuban dan Bojonegoro, Hadi mulyono, merasa medianya dilecehkan oleh pemilik akun FB. Ahmad Ghozali Masruri (Abu Syifa) geram dan melaporkannya ke pihak berwajib Polres Lamongan, Rabu (24/1/2018) pagi.

Kepala biro yang baru bergabung dua bulan di media SindoRaya dan dipercaya menangani lima kabupaten ini menilai,” Statment respons (akun FB. Ahmad Ghozali Masruri) atas berita Media SindoRaya.com tentang MA Ma’arif, Tahan IJAZAH pada Selasa (23/01) kemsrij yang diunggah oleh pemilik akun O Ong Okhtoriyanto di group FB. Seputar Lamongan Megilan dinilai dapat mempengaruhi persepsi publik tentang nama baik media sindoraya.com beserta wartawannya”, disampaikan keawak media di depan ruang SPKT Polres Lamongan.

“Walau dia (pemilik akun yang dilaporkan), tidak menyebutkan nama media kami dalam statment responsnya. Namun statment respons adalah melekat pada konten atau pokok bahasan utama laman media sindoraya yang di unggah oleh pemilik akun O Ong Okhtoriyanto di group FB. Seputar Lamongan Megilan dan hal tersebut (pernyataan pemilik akun FB. Ahmad Ghozali Masruri) dapat mempengaruhi pemahaman nitizen tentang nama baik media sindoraya”, tamba hadi anak Ragil mantan wakil ketua DPRD Lamongan periode 1999-2004, H. Sri Moch Gandhi dari frasi PDI Perjuangan.

“Apa maksud dan tujuan dia mengatakan ( pemilik akun yang dilaporkan ), “ Media bodrek….. Tko, ngancam, jaluk duwek, muleh” dalam respons pertama dia membaca dan melihat laman berita media sindoraya.com yang diunggah oleh pembaca setia kita (akun O Ong Okhtoriyanto), ini jelas tendensinya pelecehan pada media kita dan penghinaan pada wartawan kami”, tandas mantan ketua mahasiswa politik se Indonesia periode 2004-2005 yang terpilih di rapat akbar mahasiswa politik se indonesia di Universitas Brawijaya Malang.

“Kita tunggu proses hukum, dan saya yakin pihak kepolisian bisa segera menindak lanjuti persoalan yang kami laporkan, terus terang kami juga sebenarnya tidak menginginkan penyikapan sampai seperti ini, tapi biar ini menjadi pemahaman kita bersama dikemudian hari, bagaimana membangun kehidupan berbangsa yang saling menghormati”, pungkasnya. (Fer)