Keluhkan Adanya Dugaan Mark-up Harga Jual Pupuk Bersubsidi, Petani Desa Senden Ajukan Hearing di DPRD Jombang

Dua perwakilan petani Senden, yang didampingi Projo Jombang saat masukkan surat hearing di DPRD

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG: Dua orang perwakilan petani asal Desa Senden, Kecamatan Peterongan,Jombang Jawa Timur, yang di dampingi ormas Projo, mengajukan surat hearing dengan Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang.

Hal ini dilakukan oleh warga, menyusul adanya dugaan mark-up harga jual pupuk bersubsidi dari pemerintah, yang dilakukan Kepala Desa (Kades), dan Kepala Dusun (Kasun) Desa setempat.

“ini tadi kita ajukan surat permohonan audensi ke Dewan, untuk membahas adanya dugaan penjualan pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),” kata Udin selaku kordinator petani Desa Senden, pada sejumlah jurnalis, Kamis 25 Januari 2018.

Sementara itu Beny Hendro Yulianto, selaku anggota Ormas Projo bidang hukum, mengatakan bahwa kita hanya mendampingi dua perwakilan petani Senden yang menyampaikan surat permohonan audensi terkait masalah pupuk.

“Projo siap mengawal para petani dalam menyampaikan aspirasinya ke Dewan, khususnya Komisi B, DPRD Jombang,” ujar Beny.

Masih menurut Beny, mengingat bahwa mengenai pupuk bersubsidi, sudah di atur dalam regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintahan Jokowi-JK

“soal pupuk kan di atur di Permentan terbaru Nomor 59/Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 60/Tahun 2015, bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2016 dinyatakan masih berlaku,” ungkapnya.

Lanjut Beny, untuk itu, Projo berharap agar Dewan bisa segera menyelesaikan polemik pupuk tersebut, sehingga petani tidak jadi korban.

“harapan kami agar Dewan, segera merespon keluhan petani Senden, yang merasa dirugikan atas adanya oknum-oknum yang menjual pupuk subsidi diatas HET yang di tetapkan oleh pemerintah,” pungkasnya.(elo)