3 Desa Ini Muram, Jalan Desanya Rusak Parah

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Kondisi infrastruktur jalan penghubung di tiga desa yaitu Desa Nglongsor, Desa Banaran dengan Desa Prambon yang kesemuanya masuk di wilayah Kecamatan Tugu kini mengalami rusak parah.

Sampai sejauh ini dari informasi yang dihimpun pihak terkait belum pernah melakukan penambalan atau pemeliharaan.

Bahkan yang melakukan perbaikan justru atas inisiatif warga dengan menarik iuran.

Jalan yang merupakan milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek itu baru saja diperbaiki dengan hot mix yang dulunya lapen. Kurang lebih masih dua  tahun yang lalu jalan tersebut dilakukan hot mix.

Akibatnya, karena kerusakan itu, tak jarang banyak  pengendara yang terperosok hingga jatuh ketika melewati  jalan tersebut.

Pantauan dilapangan yang lain, kerusakan berupa kubangan yang dialami hampir sepanjang ruas jalan, bahkan saat  musim hujan seperti sekarang, jalan tersebut berubah layaknya seperti kolam ikan. Sedangkan bila saat kemarau debu dari kubangan beterbangan dan mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Warga Desa Banaran, Suryanto (42) mengatakan, jalan tersebut sebetulnya sudah diperbaiki sekitar dua tahun yang lalu. Namun karena banyaknya truk bertonase besar yang mengangkut material tanah yang diduga kelebihan muatan sesuai dari tulisan tertera pada bak truk tentang berat yang harus diangkut serta dikeluarkan oleh balai uji kir, dimungkinkan membuat ruas jalan tidak kuat menahan beban.

“Padahal baru terasa kemarin yang mengerjakan jalan sekarang sudah rusak lagi.Padahal ini merupakan akses warga sini untuk beraktivitas,kalau rusak seperti ini kan jelas membahayakan,”ujarnya , Kamis,(24/01).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek melalui Kabid Bina Marga Fahmi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telephone selulernya mengatakan kalau kondisi rusak seperti itu tidak pada pemeliharaan rutin, akan tetapi pada pemeliharaan berkala.

“Faktor kerusakanya karena dilewati truk-truk tambang galian C yang melebihi batas tonase muatnya,”tegasnya.(Puthut)