Kapolres Trenggalek Minta Percepat Evakuasi Material Longsor

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. didampingi Wakil ADM Perhutani Kediri Selatan Andi Iswindarto dan Kapolsek Kampak Iptu Anwar S.H. berkenan meninjau proses penanganan evakuasi material tanah tanah longsor yang memutus akses jalan  di Kecamatan Kampak- Munjungan Kabupaten Trenggalek, Jumat (26/01/2018).

Penanganan evakuasi material longsor yang diperkirakan jutaan kubik tersebut telah memasuki hari kedua. Namun kondisi itu masih memerlukan dikebutnya pekerjaan agar tidak terlalu lama waktunya bisa berjalan normal kembali.

Kapolres Trenggalek ini  melihat secara langsung sejauh mana proses pananganan yang telah dilaksanakan oleh semua pihak dalam upaya normalisasi jalur Kampak-Munjungan yang tertutup tanah longsor sejak Minggu, (21/1) hingga menutup seluruh badan jalan antar kecamatan ini dengan  panjang  500 meter dan ketinggian timbunan rata-rata 7 meter.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit BWS mengatakan selain meninjau kegiatan, dirinya juga memberikan support moril kepada anggotanya yang sudah diterjunkan di lokasi longsoran sejak awal kejadian.

“Kita bantu apa yang bisa dibantu agar proses penanganan bisa lebih cepat,”katanya.

Lebih lanjut AKBP Didit menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan personel yang bisa digerakkan sewaktu-waktu, termasuk dari jajaran lalulintas yang  juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di beberapa titik jalur alternatif melalui Desa Salamwates Kecamatan Dongko.

“Ada personel yang kita stanbykan di titik rawan, mengingat medan jalan alternatif juga cukup berat. Selain itu juga kita pasang beberapa rambu petunjuk agar masyarakat lebih berhati-hati,” terangnya.

Seperti diketahui bersama, bencana alam  longsor terjadi di  Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek menutup akses utama antar dua kecamatan yakni Kampak dan Munjungan tepatnya di Km 18 Dukuh Jedeg,  Dusun Suwaru, Blok Watukembang petak 146 D. Longsor setinggi 7 meter dan lebar lebih dari 200 meter dan panjang kurang lebih 500 meter diperkirakan terjadi pada Minggu (21/01) dini hari yang berakibat jalan benar-benar tertutup dan tidak bisa dilalui.

“Mudah-mudahan penanganan cepat selesai. Yang pasti pemerintah sudah berupaya maksimal,” pungkas AKBP Didit BWS. (Ahmad)