Bersihkan Badan Jalan Kampak-Munjungan, Pemkab Trenggalek Kerahkan Dua Alat Berat 

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Proses evakuasi di hari ke dua, Jum’at , (26/1) material longsor di  Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek yang kini  menutup akses utama antar dua kecamatan yakni Kampak dan Munjungan, tepatnya di Km 18 Dukuh Jedeg, Dusun Suwaru, Blok Watukembang petak 146 D, Pemerintah Kabupaten Trenggalek memaksimalkan pengerjaannya dengan mengeruk lumpur tanah yang menutup badan jalan.

Pengerukan yang dimotori dua alat berat itu dilakukan pasca pekerja bisa merelokasi tiga kubangan air yang berkubang diatas saluaran, persis dibawah bukit yang longsor.

Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak melalui Kasubag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmoko mengatakan longsor setinggi 7 meter dan lebar lebih dari 200 meter serta panjang kurang lebih 500 meter diperkirakan terjadi pada Minggu (21/01/2018) dini hari yang berakibat jalan benar-benar tertutup dan tidak bisa dilalui.

“Pada hari kedua ini kita sudah bisa mengevakuasi lumpur yang menimbun seluruh badan jalan di sepanjang lebih dari 200 meter,” katanya saat ditemui di lokasi longsor.

Stefanus Triadi membenarkan, kegiatan tersebut bisa dilakukan setelah tim berhasil membuang tiga titik kubangan air di area longsor dikarenakan salurannya tertutup material longsoran.

“Secara tekhnis petunjuk dari Tim UGM harus terbebas dulu dari genangan air dalam pelaksanaan evakuasi, sehingga tidak ada bahaya longsoran susulan akibat gerakan besar yang diproduksi oleh tenaga alat berat,” lanjutnya.

Dikatakannya, proses pembersihan untuk yang di permukaan badan jalan butuh beberapa hari lagi untuk menyeleseikannya . Namun hal ini juga akan dipengaruhi cuaca yakni hujan.

“Kita perlu ingat pekerjaan ini terhambat apabila hujan turun. Selain hujan yang biasa turun di waktu sore, kencangnya angin juga memaksa pekerjaan juga harus dihentikan,” terangnya.

Oleh sebab itu pihaknya juga sangat terbantu kehadiran dari TNI/Polri yang ikut berperan dalam proses evakuasi material longsoran itu walaupun secara manual.

“Proses gotog royong dari segala lini ini penting dilakukan agar secepatnya kondisi jalan ini bisa dinormalkan kembali,” tandasnya.

Stefanus Triadi juga memastikan jika nantinya tetap akan melakukan penambahan alat berat yang akan bekerja membantu pembersihan material terutama untuk membuat jarak antara jalan dengan bukit yang berfungsi untuk menjaga agar tidak terjadi luberan material di jalan lagi jika ada gunturan berikut.

“ Kemungkinan di hari Minggu ini tambahan kekuatan alat berat akan didatangkan termasuk untuk pekerjaan pembuatan bahu jalannya,” pungkasnya. (hamzah)