Jalan Nasional Karangan-Nglongsor Rusak Parah Ini Penyebabnya…….

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Kondisi jalan nasional Karangan-Nglongsor tepatnya di Desa Karangan Kecamatan setempat yang kini rusak parah  disinyalir akibat tidak adanya drainase di sepanjang 5 kilometer .  Sehingga saat musim hujan tiba,  air hujan menggenang di badan jalan yang telah terkelupas berubah jadi kubangan. Kondisi ini  sangat mengganggu bagi para pengguna jalan, sedang dinas terkait tidak cepat memperbaikinya.

Camat Karangan Sholikhin,SIP.Msi, mengatakan sejatinya usulan agar ada drainase di sepanjag jalan yang masuk wilayah kepemerintahannya sudah lama. Namun dirinya tidak mengetahui secara persis belum diakomodirnya usulan itu walalu telah melalui mekanisme yang benar seperti musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.

”Masalah drainase dan perbaikan jalan Karangan-Nglongsor telah kami usulkan dalam musrenbang di Bapeda akan tetapi itu bukan prioriotas di tahun 2017,” katanya, Jum’at , (26/1) di Trenggalek.

Dia berharap usulan itu bisa bisa terakomodir dan diamini oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada tahun anggaran 2018.

“Kalau tahun 2017 masih belum disetujui , moga di tahun ini bisa dilakukan,” harapnya.

Usulan itu dianggap masuk akal karena selama ini volume kendaraan yang melalui jalur nasional Tulungagung-Trenggalek – Ponorogo via Jarakan itu kian hari makin bertambah seiiring populernya nama Trenggalek yang banyak didatangi pelancong ataupun sekedar melewatinya saat akan bepergian ke Jawa Tengah ataupun sebaliknya.

“Jalan ini ramai lalulintasnya terutama dari luar kota, karena Trenggalek kini terkenal,” tuturnya.

“Kami berharap untuk tahun 2018 nanti perbaikan dan pembuatan drainase cepat di realisasi,”pungkasnya.

Sementara, Heri (39), warga RT 1 RW 4 Desa / Kecamatan Karangan berharap Pemkab Trenggalek segera merealisasikan drainase di sepanjang jalan nasional itu. Walaupun kondisi jalan sudah baik , jika tidak dilengkapi saluran , menurutnya akan cepat rusak.

“Kalau drainasenya gak ada kan otomatis air lari ke jalanan sehingga mempercepat kerusakan jalan aspal karena tergerus air. Padahal dulu jalan di sini sempat bagus, tapi karena gak ada drainase makanya cepat buat jalan rusak,” ungkapnya.(ahmad)