Pilunya Kisah Pelajar Diantara Longsoran Kampak-Munjungan

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Demi bisa mengenyam dunia pendidikan, sejumlah pelajar asal Kecamatan Munjungan nekat menerjang bahaya di lokasi longsor jalur utama Kampak-Munjungan.

Meski lokasi tersebut dinyatakan belum aman, namun jalur tersebut merupakan rute terdekat satu satunya menuju sekolah. Dan terlebih pergi belajar di sekolah akan jauh lebih penting daripada menanti jalur tersebut aman dilalui.

Salah satu pelajar SMP Satu Atap di Kecamatan Kampak asal Munjungan, Wahyu Satrio, (13) mengatakan, semenjak jalan tertutup total karena longsor dirinya tidak masuk sekolah dan mendapat izin dari gurunya. Namun setelah dibuatkan jalan di atas timbunan longsor oleh warga bersama petugas dirinya kembali masuk sekolah, meski harus melawan rasa takut saat melintas.

“Kenapa takut, sekolah lebih penting, “ katanya, Jum’at, (26/01/2018) di Trenggalek.

Sementara itu pelajar lainnya, Fredi Yoga Pradana, (14)  juga menjelaskan, meski agak takut saat melintas, namun demi bisa sekolah dirinya nekat melawan rasa takutnya untuk tetap melintas di lokasi tersebut.

“Ya harus kuat dan nekat agar bisa ke sekolah,” celetuknya sambil sedikit malu.

Lebih lajut pelajar lainnya, Hendara Yoga Pratama, juga menambahkan, semenjak terjadi bencana longsor ini sekolahnya sedikit terganggu, karena takut saat melintas di lokasi bencana, sedangkan jika harus melintasi jalur alternatif lain melintasi jalur arah Dongko, jaraknya lebih jauh dan memerlukan waktu hingga 2 jam lebih untuk bisa sampai di sekolah.

“Gimana lagi kalu mutar lewat Dongko jauh , bisa makan waktu dua jam,” ungkapnya.

Dari pantauan sejumlah pelajar mulai nekat untuk melintasi timbunan lokasi bencana demi bisa sampai ke sekolah. Pasalnya semenjak terjadi bencana, pelajar asal kecamatan Munjungan yang sekolah di Kecamatan Kampak tidak masuk sekolah, karena akses transportasi terputus.

Para pelajar ini  berharap agar pemerintah segera bisa membuka akses transportasi di lokasi yang tertimbun bencana tersebut, dengan demikian mereka bisa pergi sekolah seperti biasanya, tanpa harus melawan rasa takut di lokasi tersebut.

“Mudah-mudahan cepat bisa dilalui , agar kami tidak susah sekolahn ya,” pungkasnya.(hamzah)