Samsat Bangil Fasilitasi Kritikan Masyarakat

KANALINDONESIA.COM, PASURUAN: Ada prosedur baru, yang berlaku di Kantor Bersama Samsat Bangil-Pasuruan. Mulai beberapa waktu lalu, setiap wajib pajak yang telah selesai mengurus proses pembayaran pajak kendaraan bermotornya, ataupun mengurus proses pergantian nopol dan lainnya, diwajibkan untuk mengisi sebuah kertas/kupon, untuk kemudian dimasukkan ke kotak yang diberi nama Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).
Kotak IKM yang terletak di dekat sudut pojok baca tersebut, adalah buah gagasan dan inovasi dari Kanit Regident Satlantas Polres Pasuruan Iptu Yudhi Anugrah Putra Sik,MH. Yang diharapkan dapat menjadi sebuah representasi penilaian masyarakat, terhadap kepuasan atau ketidakpuasan pelayanan di Samsat Bangil.
“Tujuannya agar masyarakat dapat mengkritik, memberi masukan dan memuji pelayanan anggota polisi, yang nantinya akan kami gunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan anggota terhadap masyarakat, di Samsat Bangil ini,” terang Iptu Yudhi Anugrah Putra.
Perwira lulusan Akpol 2013 itu mencontohkan, semisal ada pelayanan yang kurang memuaskan yang diberikan oleh petugas Samsat Bangil. Masyarakat kini tidak perlu lagi menggerutu atau curhat di media sosial. Namun bisa langsung mengkritik melalui kotak IKM ini, sehingga bisa mendapatkan penjelasan atau solusinya dari petugas, dan tidak menimbulkan salah persepsi atau salah faham, terkait aturan yang berlaku. Masyarakat pun diminta untuk berani melakukan kritikan, termasuk mencantumkan nama petugas yang dianggap kurang memberikan pelayanan yang baik dan apa keluhannya.
“Kami menyadari bahwa kami belum sempurna, untuk itu kami mohon masukannya apabila pelayanan kami kurang memuaskan. Monggo diberikan masukan dan kritikannya, dan dengan kritikan itu nantinya kami akan memperbaiki dan meningkatkan mutu pelayanan kami terhadap masyarakat,” ujar Iptu Yudhi Anugrah.
Seperti yang dilakukan oleh Ja’far Sodik (40), warga Pohgading, Kecamatan Pasrepan. Pria tersebut memberikan masukan apabila pelayanan yang diberikan oleh petugas sudah cukup baik. Saat ditanya alasannya, pria yang sedang mengurusi perpanjangan STNK 5 tahunan itu, menjawab bahwa pelayanannya sangat cepat. “Biasanya untuk proses ganti plat dan ganti STNK 5 tahunan itu kan agak lama. Ini saya cuma sekitar 25 menit-an sudah selesai. Semoga bisa dipertahankan pelayanannya,” harap Ja’far Sodik sambil tersenyum puas. (bet)