Cahaya Cafe Salah Satu Tempat Tujuan Hangout di Daerah Lamongan

Karyawan Cahaya Cafe disela kesibukanya

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN:  Lamongan menjadi salah satu kota yang mulai banyak dibicarakan, bukan cuma karena Sotonya atau Perselanya, Lamongan sendiri sekarang mempunyai banyak tempat wisata dan tongkrongan untuk kawula muda jaman now. Wilayah Kabupaten Lamongan tidak sebesar dan seramai Kota Surabaya, Gresik, atau bahkan Sidoarjo dan Malang. Meskipun begitu, Kabupaten ini tetaplah mempunyai banyak tempat yang asik untuk dijadikan tujuan hangout bersama teman-teman atau menghabiskan waktu berdua bersama pasangan bahkan bisa juga buat keluarga.

Jauh sebelum merebaknya kedai kopi kekinian, ngopi sebenarnya sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Tradisi minum kopi di Nusantara bisa dilakukan pada pagi hari saat waktu senggang, pada siang hari, bahkan sampai malam. Meski demikian, dalam lima tahun terakhir ini kebiasaan nongkrong di kedai kopi kembali marak. Kedai-kedai kopi kini hadir dalam konsep desain yang menarik. Instagramable kalau kata anak milenial.
Sudah sangat sering kita menjumpai orang yang dengan fokusnya menatap layar laptop di kafe, salah satu alasan mengapa orang datang ke kafe adalah untuk belajar atau mengerjakan tugas. Selain belajar sendiri, kafe juga cocok dijadikan untuk dijadikan tempat belajar kelompok. Kegiatan seperti mengerjakan tugas-tugas seperti membuat prakarya bersama atau brainstorming rencana proyek bisa dilakukan di kafe. Mengerjakan tugas di kafe bakal membuatmu tetap semangat dengan ditemani camilan-camilan kesukaan.
Salah satu kafe yang menjadi pilihan anak muda untuk hangout bersama teman-teman di wilayah Kabupaten Lamongan adalah Cahaya Cafe. Kafe yang terletak di pinggir jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Karanggeneng dan Kecamatan Maduran tepatnya di Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng ini hadir dengan nuansa tersendiri yang sangat menarik. Kafe yang memiliki dua lantai dengan 6 orang karyawan tersebut tak pernah sepi dari pengunjung setiap harinya terutama anak muda.
Samudro Zamri (29) pemilik Cahaya Cafe mengatakan usaha yang dirintis sejak tahun 2016 selalu ramai oleh pengunjung sebab Cahaya Cafe terletak di dekat sebuah komplek lembaga pendidikan. Layanan internet yang cukup cepat menjadikan alasan utama anak-anak muda terutama pelajar sekolah menengah atas (SMA) untuk sering nongkrong disini dengan alasan mengerjakan tugas.
“Kafe juga memiliki fungsi yang luas. Tak sekadar menikmati kopi atau minuman dan makanan yang lain, akan tetapi kafe itu juga menjadi ruang pertemuan, tempat rekreasi dan bersantai, bekerja, bahkan membuat kesepakatan bisnis. Minum kopi dan minuman lainnya mungkin tak seberapa, tetapi kumpul-kumpulnya lebih lama”, jelas Samudro.
Selama ini anggapan masyarakat, Kafe adalah tempat orang-orang dewasa saja, yang punya banyak uang serta identik dengan tempat yang tidak baik. Namun, Cahaya Cafe ini memberikan harga setara dengan kedai kopi yang saat ini menjamur di wilayah pedesaan terutama Kecamatan Karanggeneng. Banyak pilihan minuman dan makanan ringan yang tersaji apabila kita ada disana.
Ilham salah satu mahasiswa pelanggan Cahaya Cafe mengungkapkan kalau dirinya sering datang ke tempat tersebut, terkadang untuk mengerjakan tugas atau ngobrol sama teman, merasa sangat menyenangkan apabila ada disana.
“Biasanya kalau ada tugas kuliah atau ingin ketemu teman untuk membicarakan kegiatan-kegiatan, saya selalu disini. Tempatnya enak, banyak pilihan minuman dan makannya serta pelayanan dan fasilitas terutama adanya wifi yang sangat cepat. Mungkin itu yang membuat para pengunjung kafe ini tidak pernah sepi”, ungkapnya. (Omdik)