Khofifah Datangi Panti Asuhan Yang Pernah Bikin Emil Menang di Pilbup….Ada Apa??

Khofifah Indar Parawansa saat mendatangi Yayasan Pembina Umat Al Hidayah Dusun Kasihan Desa Ngepeh Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Kedatangan calon gubernur Jawa Timur yang akan berkompetisi di Pilgub Jatim Juni 2018 , Khofifah Indar Parawansa di Yayasan Pembina Umat  Al  Hidayah Dusun Kasihan Desa Ngepeh Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek disambut ribuan warga setempat.

Sebanyak 150 janda setempat beserta 50 anak yatim piatu dia santuni dengan didampingi istri calon wakil gubernurnya, Arumi bachsin Emil.

Dari pantauan, Khofifah dan Arumi mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat di wilayah yang dulunya pernah dijadikan tempat pertemuan saat Emil Dardak macung menjadi Bupati Trenggalek. Keduanya datang beserta rombongan sekitar pukul 10.11 WIB di tempat acara.

Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan dirinya sangat bersyukur bisa datang di Yayasan Pembina Umat Al Hidayah di Dusun Kasihan  Desa Ngepeh Kecamatan Tugu, yang pernah menjadi tempat kedatangan pertama kali saat Emil Dardak calon wakil gubernurnya mencalonkan diri menjadi Bupati Trenggalek dan berhasil.

“Alhamdulillah, saya bisa berkesempatan datang di sini , tempatnya mas Emil dulu pertama kali akan maju di kontestasi pemilihan bupati,” ucapnya, Sabtu, (27/1) di Trenggalek.

Menurutnya , ini akan menjadi momentum bagi pemenangannya , karena menjadikan tempat ini pula untuk berjuang serta menginsipirasikan pihaknya dalam merebut kursi Jatim 1.

“Insya Alloh , Alloh akan meridhoi apa yang sedang kita upayakan dan ikhtiarkan ini, dan yang jelas dari sini mas Emil memenangkan pertarungan di pemilihan bupati,” terangnya.

Dikatakannya, dirinya tetap konsisten untuk memperjuangkan kepentingan umat seperti yang telah diembannya dalam visi misi saat menjabat sebagai Menteri Sosial RI. Karena yang telah dijalankan semasa menjadi pembantu Presiden Joko Widodo menjadi ilmu yang berharga dalam membantu rakyat miskin dan kaum papa.

“Konsen kita tetap memberdayakan warga kecil yang selama ini menjadi tugas negara untuk mengurusinya,” tandasnya.

Keberpihakan kepada umat , ditegaskan Khofifah tidak hanya kepada Muslimat  atau fatayat dan seluruh Badan Otonom di NU . Tetapi akan tetap menjaga kerukunan dan silaturahmi dengan Aisyiah milik Muhammadiyah dan organisasi keagamaan yang lain khususnya yang  ada di Jatim.

Sementara Arumi Bahsin yang datang bersamaan Khofifah dengan terlebih dulu menaiki becak yang disediakan panitia mengaku terharu. Apalagi banyaknya ibu-ibu Muslimat dan fatayat serta adik-adik santri yang memintanya berfoto selfi.

“Sabar ya , satu-satu fotonya,” ujarnya, sambil telaten melayani warga yang antusias kehadirannya. (Hamzah)