Bapak Tewas Tersengat Kabel Wifi Anaknya Sendiri, Begini Kisahnya…

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Nahas dialami  Banimun (63) seorang petani warga RT 20/ RW 4 Dusun Sambeng Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek.

Dia tewas dengan kondisi mengenaskan akibat  tersengat listrik yang mengalir di kabel modem wifi milik anaknya sendiri, Sukarji (20) dimana saat mencari kayu bakar di pekarangan miliknya yang berjarak sekitar 800 meter dari rumah tinggalnya sendiri, ranting kayu pucung yang dipotongnya jatuh tersangkut di kabel modem wifi tersebut .

Dimungkinkan kabel tersebut terkelupas serta dimungkinkan dahan maupun ranting di pohon itu masih dalam keadaan basah akibat kehujanan , maka aliran listrik mencelakai korban, Sabtu (28/01/2018).

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S melalui Kasubag Humas Iptu Supadi membenarkan peristiwa tersebut. Korban saat itu sedang mencari kayu bakar, tanpa disengaja dahan pohon kayu pucung yang dipotongnya jatuh mengenai kabel wifi yang tersambung dengan aliran listrik.

“Benar korban meninggal dunia tersengat listrik. Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil olah TKP petugas dan pemeriksaan tim medis, korban mengalami luka bakar di selakangan dan punggungnya dan tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban,’’ terangnya, Minggu (28/1).

Diungkapkan peristiwa itu berawal, pada Sabtu (27/1) sekira jam 15.00 WIB korban sedang pergi ke pekarangan miliknya yang kurang lebih sejauh 800 meter dari rumah. Ketika korban memotong dahan kayu pucung dengan tujuan untuk kayu bakar, namun ternyata kayu tersebut jatuh mengenai kabel wifi milik anak korban.

Sebelum kejadian, korban sempat mematikan sekering listrik, namun ternyata sekering listrik yang dimatikan korban bukanlah aliran listrik sambungan kabel wifi. Sehingga ketika korban memegang kabel wifi yang putus akibat tertimpa dahan pohon tersebut langsung tersengat aliran listrik hingga tewas.

Korban ditemukan pertama kali oleh Misri yang tak lain istri korban. Kemudian kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Kampak. Setelah mendapat laporan petugas bersama tim medis langsung mendatangi lokasi guna melakukan olah TKP dan pemeriksaan.

Dari hasil visum luar yang di lakukan oleh tim medis, tidak diketemukan adanya luka bekas penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban, hanya terdapat luka bakar yang diduga ditimbulkan dari sengatan arus listrik.

“ Pihak keluarga sudah menerima kejadian itu dengan ikhlas sebagai musibah dan sanggup membuat pernyataan tidak akan menuntut kepada pihak manapun atas kematian. Serta  meminta kepada penyidik untuk tidak dilakukan tindakan outopsi yang dikuatkan dengan surat pernyataan bermaterai,’’pungkas Iptu Supadi. (suparni)