Pemuda Lingkar Tambang Kembali Tutup Gate PT AMNT

KANALINDONESIA.COM, SUMBAWA BARAT :Puluhan Pemuda pencari kerja wilayah  lingkar tambang yang tergabung dari tiga kecamatan Jereweh, Maluk dan Sekongkang melakukan aksi di beberapa titik central area PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT). Aksi tersebut sebagai bentuk protes atas hasil tes tulis rekrutmen tenaga kerja PT MacMahon (perusahaan aliansi PT AMNT) di Tambang Batu Hijau yang dinilai tidak berpihak terhadap pencari kerja lingkar tambang.

Aksi penghadangan  yang membuat arus transportasi perusahaan lumpuh total di akses transportasi AMNT di gate Maluk, Minggu, (28/1/2018) Sekongkang dan Swiss Tongo, merupakan kesekian kalinya dalam tuntutan hal yang sama yaitu pekerjaan.

Kepada Wartawan media, Koordinator aksi di Gate Benete, Sanjaya. mengatakan meminta kepada  tim bersama rekrutmen PT MacMahon untuk lebih transparan dalam merekrut tenaga kerja, khususnya pemuda lingkar tambang harus diprioritaskan.

“Dari 100 orang yang lulus administrasi di desa Benete hanya tiga orang yang lulus dan dari tiga orang tersebut bukan asli orang Benete hanya domisili saja. Sedangkan yang ikut tes tulis kemarin di kalangan pelamar desa Benete, pendidikannya banyak yang strata satu (S1),” ungkap Sanjaya dengan penuh tanda tanya.

Senjaya juga menjelaskan penolakan secara tertulis lewat spanduk dengan tema ‘Menolak hasil rekrutmen Mac Mahon dan tolak pelamar satu pintu’. Selain tuntutan prioritas kami yaitu pekerjaan, kami juga meminta agar pihak perusahaan memfungsikan kembali progran CSR sebagai bentuk tanggung jawab.

“Prioritaskan pencari kerja lingkar tambang karena kami inilah yang menerima dampak langsung nanti dan kami tolak sistim satu pintu,” jelas Senjaya.

Sementara itu, Syahidullah, Komando aksi, menyatakan aksi yang dilakukan di gate Swiss Tongo sebagai bentuk kekecewaan mereka atas hasil  tes tulis oleh tim rekrutmen bersama PT. Mac Mahon yang tidak sesuai harapan.

“Kami meminta terhadap pemerintah daerah melalui tim bersama rekrutmen PT Mac Mohon agar mempekerjakan 182 orang yang berasal dari Desa Tongo, SP1 dan SP2,” harap Syahidullah.

Dari pantauan Jurnalis kanalindonesia.com, masa aksi dari tongo memasang tenda didalam gate Swiss, selain itu juga terlihat sanak keluarga (istri dan anak) dalam memberikan dukungan.

Massa aksi dari lingkar tambang berjanji akan melakukan aksi yang sama apabila tidak ada respon dari tim rekrutmen PT. Mac Mahon.

Di tempat terpisah Sirajudin, Kepala Desa Benete menyatakan seperti yang sudah diketahui bahwa keputusan hasil tes tulis yang dikeluarkan oleh tim bersama rekrutmen PT. Mac Mahon yang telah ditanda tangani Bupati Sumbawa Barat, Dr. H. W. Musyafirin, sebagai ketua Tim Rekrutmen bersifat final dan tidak bisa kita ganggu gugat, akan tetapi harapan masyarakat lingkar tambang terhadap pemerintah daerah KSB melalui tim bersama agar tetap memberikan kuota ulang.

“Kami meminta tim rekrutmen agar memberikan kuota ulang untuk masyarakat lingkar tambang baik yang skill maupun non skill karena mereka  yang menerima dampak langsung nantinya,” harap Kades Benete.(Awi)