Sukarela Warga Tambal Jalan Penghubung Antar Desa Nglongsor-Prambon- Banaran

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Masyarakat di tiga desa yakni Desa Nglongsor, Prambon dan Banaran yang kesemuanya masuk di wilayah Kecamatan Tugu kini sudah tidak lagi muram. Pasalnya jalan utama yang dimilikinya telah tak berlubang serta tidak akan khawatir terjatuh akibat terperosok di banyaknya kubangan yang ada,   pasca diperbaikinya jalan itu oleh warga masyarakat setempat secara gotong royong.

Erik Pandu (31) tokoh pemuda Desa Prambon Kecamatan Tugu mengatakan dengan terlaksananya perbaikan jalan antar desa secara gotong royong dengan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten, propinsi bahkan pusat bukan mengabaikan peran pemerintah. Hal ini lebih sebatas karena mengejar kebutuhan warga yang menginginkan agar jalan itu bisa dilalui untuk beraktifitas sedia kala.

“Jadi bukan kita protes kepada pemerintah walupun jalan ini memang tanggungjawab Pemkab Trenggalek, tapi kita berinisiatif sendiri agar bisa dilalui tanpa ada rasa takut jatuh dan beraktifitas lancar,” ucapnya, Senin, (29/1) pukul 08.00 WIB di Trenggalek.

Untuk kemampuan warga dalam proses penambalan itu ditambahkannya, masih jauh dari standar kelayakan. Ada urukan  batu koral dengan dipasir, tetapi dipadatkan dengan memakai tenaga alat berat yang disewa.

“Kita padatkan dengan wales agar kepadatannya bagus walau belum di aspal,” terangnya.

Erik berharap agar nantinya pemkab bisa menindaklanjuti dengan lebih bagus lagi jalan penghubung Desa Banaran dengan Desa Prambon Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek itu , karena akses jalan itu m enjadi satu –satunya urat nadi transportasi yang kesehariannya diperuntukkan warga dalam mencari nafkah dan beraktifitas yang lain termasuk pelajar  yang bersekolah.

“Mudah-mudahan segera ada perbaikan ataupun peningkatan jalan ini oleh pemerintah,” harapnya.

Suaji ( 57 ) warga setempat mengucapkan terima kasih kepada warga dan semua pihak yang sudi merelakan waktu tenaga dan materi hingga  telah peduli dengan kondisi jalan di desanya. Meski hanya ditambal dengan pasir dan batu (Sirtu)  lalu dipadatkan dengan wales itu jauh lebih baik daripada sebelumnya.

“Ini kan sudah meminimkan lubang di sepanjang jalan desa kami, dan membuat agak sedikit nyaman bagi pengendara yang melewati jalan tersebut,”pungkasnya.(Ahmad)