Mapolres Trenggalek Digemparkan Demo Anarkis, Ternyata…

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Ratusan orang berlarian kocar kacir setelah pasukan Dalmas lengkap dengan water canon membubarkan massa di halaman Mapolres Trenggalek. Massa tersebut datang dari berbagai penjuru Trenggalek yang berunjuk rasa sebagai bentuk protes karena calon kepala daerah yang didukungnya kalah. Beberapa petugas berpakain sipil pun berhasil mengamankan seseorang yang diduga kuat sebagai provokator.

Adegan tersebut diatas merupakan sekelumit materi Simulasi Sistim Pengamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka pengamanan Pilkada 2018 yang digelar di halaman Mapolres Trenggalek dan disaksikan oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Trenggalek, Senin (29/01) pukul 16.30 WIB.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. menuturkan, skenario simulasi Sispamkota merujuk pada keadaan yang sebenarnya. Semua dipersiapkan secara detail baik lokasi maupun perangkat pendukungnya. Bahkan untuk TPS pun Kotak suara benar-benar identik dengan yang sesungguhnya.

“Kita peragakan setiap tahapan, mulai dari kampanye, distribusi logistik hingga pencoblosan di TPS,” jelasnya.

Dikatakannya , dalamas tersebut tidak hanya dari unsur polisi , tetapi TNI juga dilibatkan.

“Bukan hanya polisi, kita libatkan juga personel TNI dan Linmas. Jadi masing-masing personel bisa mengetahui secara gamblang tugas yang diemban. Apa yang harus dilakukan, bertanggung jawab kepada siapa dan bagaimana melaksanakannya,” imbuhnya.

Meskipun menggunakan mobil Damkar, namun hal tersebut tak mengurangi semangat para personel yang terlibat. Semua memainkan perannya masing-masing sesuai dengan skenario yang telah dibuat.

“Demikian pula saat adegan anarkhis menggunakan properti berupa plastik yang diisi dengan air,” terangnya.

Lain halnya dengan simulasi tahap kampanye, dimana diskenariokan ratusan memadati sebuah panggung yang telah disiapkan. Beberapa orang yang notabene adalah gabungan personel Polres dan Polsek nampak asik berjoget mengikuti irama musik dan lantunan suara merdu seorang biduan.

“Disela-sela acara terlihat seorang pria yang berpidato dengan penuh semangat yang digambarkan sebagai Paslon atau Jurkam yang sedang berkampanye,” ungkapnya.

Awalnya suasana normal saja. Tiba-tiba terjadi keributan di tengah lapangan. Petugas yang sudah bersiaga pun sigap langsung meringkus beberapa pria yang diduga sebagai biang keributan.

“Petugas lainnya segera mengamankan dan membawa keluar Jurkam dan tamu VVIP lainnya melalui jalur escape,” tandasnya.

Di hubungi terpisah, Kabagops Polres Trenggalek Kompol Mukalam, S.H. menuturkan tahapan dan langkah-langkah pengamanan disesuaikan dengan SOP yang telah ditetapkan.

“Latpraops sudah dilaksanakan hari Minggu yang lalu. Nah, hari ini aplikasi atau praktek dilapangan,” tegas Kompol Mukalam.

Sekedar diketahui, dalam operasi Mantap Praja Semeru 2018 ini, Polres Trenggalek melibatkan 445 personel Polri, 217 Personel TNI dan 6.045 yang nantinya akan memback up pengamanan disemua tahapan hingga pemungutan suara di 1.209 TPS yang tersebar di 157 desa/kelurahan.

Dengan simulasi ini, diharapkan seluruh personel dapat memahami secara detail tugas dan tanggung jawabnya sehingga situasi Kamtibmas menjelang, pada saat dan paska Pilkada di Trenggalek benar-benar kondusif.( Suparni)