Satnarkoba Dan Satsabhara Polres Pacitan Grebek 2 Pemakai Sabu

KANALINDONESIA,COM, PACITAN: Jajaran Satuan Narkoba ( Satnarkoba ) dan Satsabhara Polres pacitan dalam satu bulan grebek 2 penguna sabu-sabu. Kedua penguna itu ditangkap di Home Stay yang berbeda.

Pria bernama Mukti ( 25 ) , warga Desa Uteran Kecamatan Geger Kabupaten Madiun ditangkap Satnarkoba di home Stay Maguntur pada Kamis 25/1/2018 pukul 21.00 Wib, tersangka Mukti saat sedang mengunakan Sabu-sabu dalam kamar. Begitu juga dengan tersangka Johan Allfarizi (25) juga warga Desa Bantengan Kecamatan Wunggu Kabupaten Madiun ditangkap di kamar home Stay Minang pada Sabtu (13/1/2018) pukul 21.30 Wib sedang mengunakan Sabu-Sabu. Saat itu juga Polisi langsung membawa kedua tersangka ke Polres Pacitan dan saat ini tersangka Johan Allfarizi sudah dititip di Lembaga Pemasyarakatan ( LP) Pacitan.

Kapolres Pacitan AKBP Setyo Koes Heriyanto, mengatakan” menurut pengakuan tersangka Muhkti, paket sabu- sabu itu dibeli dengan cara patungan bersama Yasin yang berasal dari kota Dolopo. Paket Sabu- Sabu itu dibelinya diwilayah perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. sampai saat ini tersangka Yasin masih dalam tahap pencarian ( DPO) dan dari tangan tersangka muhkti, yang dijadikan barang bukti berupa satu paket Sabu- Sabu seberat 0.25 gram dan 0,20 gram sisa pemakaian serta 1 alat hisap bong.,” kata Kapolres.

Sedangkan pengakuan tersangka Johan Allfarizi , paket Sabu-Sabu tersebut juga dibeli bersama temannya Bambang asal kota Madiun. dan sampai saat ini Bambang masih dalam tahap pencarian DPO. dari tempat kejadian perkara TKP polisi menyita barang bukti berupa 1 paket Sabu-sabu seberat 0,29 gram, 1 alat Hisap bong atau pipet, plastik bekas paket Sabu – sabu. Untuk itu, kita semua harus saling mewaspadai adanya penginapan penginapan  yang rentan menjadi  tempat pengunaan narkoba, dan diharapkan pemilik penginapan harus lebih teliti serta mencatat nama dan alamat tamu,” ungkap Kapolres.

Akibat perbuatannya, pelaku diancam pasal 112 atau pasal 127  UU  Nomor 35  tahun 2009, ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maximal 12 tahun Penjara,” pungkas Kapolres.(Bc)