Pencaker PT Mac Mahon Nekat, Dibubarkan Paksa Water Canon dan Gas Air Mata

KANALINDONESIA.COM, SUMBAWA BARAT: Puluhan orang pemuda pencari kerja PT Mac Mahon, yang tergabung  dari Kecamatan Maluk dan Kecamatan Jereweh. bertahan melakukan aksi unjuk rasa yang menutup gate pintu utama PT. AMNT, sejak Senin (29/01/2018) pukul 04.30 WIB pagi hingga membuat transportasi PT. AMNT itu lumpuh total.

Pantauan reporter kanalindonesia.com  di lokasi unjuk rasa kades se Kecamatan Jereweh terlihat memberikan himbauan agar masa aksi untuk membubarkan diri dan melanjutkan aksi esok hari. Namun masa tetap bersikukuh untuk tidak meninggalkan lokasi gate par 21 Alfa PT. AMNT.

Bentrok antara masa pendemo dengan kepolisian Sumbawa Barat tak terhindarkan lagi, lantaran waktu yang diberilan pihak kepolisian untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat telah habis sesuai yang telah diamanatkan Undang-Undang yaitu hingga pukul 18.00 WIB.

“Kami himbau kepada seluruh pendemo agar membubarkan diri karena waktu untuk menyampaikan aksi demo telah habis, atas nama Undang-Undang kami kepolisian Sumbawa Barat akan menindak tegas jika saudara saudara tidak segera membubarkan diri, kami harap saudara-saudara  patuh dengan Undang-Undang dan kami minta segera membubarkan diri,” suara itu terdengar dari pengeras suara pasukan Sabhara yang diturunkan untuk mengamankan dan membubarkan para masa aksi unjuk rasa.

Pihak kepolisian Sumbawa Barat telah mencoba melakukan berbagai upaya negosiasi dengan para kordinator masa aksi, bahkan Camat Maluk Anugerah dan Kepala Desa se Kecamatan Maluk juga menghimbau agar masa segera membubarkan diri, dan menyampaikan  alasan Bupati Sumbawa Barat tidak bisa menemui masa aksi, namun para pencaker tidak menerima alasan tersebut, mereka bersikukuh untuk tidak meninggalkan area tersebut.

” Atas kesepakatan bersama kami tidak akan meninggalkan area ini walaupun hanya sejengkal. Kami hanya ingin bekerja karena ini tanah kelahiran kami, kami bosan menjadi penonton di tanah kami sendiri,” ucap kordinator demo sesaat terjadinya pembubaran paksa dari pihak kepolisian Sumbawa Barat.

Alhasil, pembubaranpaksapun dilakukan pihak kepolisian, water cannon dan dua kompi sabhara yang diturunkan Polres Sumbawa Barat terlihat menyemprotkan ke masa yang menghadang Get par 21 Alfa.

Gas air matapun beberapa kali terlihat ditembakkan kearah pendemo, hinnga akhirnya para pencari kerja PT Mac Mahon buyar berhamburan. Ratusan karyawan dan masyarakat yang berkumpul menyaksikan dihimbau untuk meninggalkan area setempat.(Awi)