Lima Penyidik KPK Datangi Kantor BPN Jombang, Untuk Minta Data Aset Mantan Bupati Nganjuk

Tampak sejumlah kendaraan roda empat keluar masuk rumah mantan Bupati Nganjuk di Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG: Diberitakan sebelumnya lima penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Jombang, yang terletak di Jalan KH Wakhid Hasyim.

Hal ini dikarenakan pihak KPK ternyata mencari data kepemilikan aset milik mantan Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman. Hal itu disampaikan oleh Kepala BPN Kabupaten Jombang, Ribut Hari C, kepada sejumlah jurnalis. Bahkan menurut kepala BPN, petugas KPK sudah berkali-kali datang ke kantornya.

“Mereka kan berkali-kali ke sini, kadang-kadang kesini kadang-kadang konfirmasi. Ada tiga sampai empat kali,” kata Ribut, Selasa 30 Januari 2018.

Masih menurut Ribut, selama kedatangan KPK ke kantor BPN, beberapa petugas KPK sudah menanyakan 24 titik, berupa tanah dan sawah. “Sekarang 24 tambah 3. Ada atas nama Bu Ita, ada atas nama Pak Taufiqurrahman. Tapi ada satu atas nama Naomi,” ungkapnya.

Lanjut Ribut, dari total 27 titik tersebut, masing-masing titik memiliki luas yang berbeda. “Ada yang 200 Meter persegi ada yang 1000 meter persegi kalau sawah ada yang diatas 1000 meter persegi mestinya. Ada bangunan yang di Jombang kan perumahan,” tegas Ribut.

Imbuh Ribut, pihak BPN sendiri mengaku hanya menyiapkan data saja yang diminta oleh KPK. “Minta data ya kita siapkan,” pungkasnya.

Bahkan dari pantauan di lapangan, tampak sejumlah kendaraan roda empat, keluar masuk rumah mantan Bupati Nganjuk yang terletak di Mojosongo, Kecamatan Diwek Jomabang.(elo)