Bea Cukai Dan Disperindag Madiun Kota Sidak Pita Cukai Rokok

 

TIM sidak dari Disperindag dan bea cukai madiun kota saat berada di salah satu gudang distributor rokok

KANALINDONESIA.COM : Petugas gabungan dari Bea Cukai dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)  Kota Madiun, menggelar inspeksi mendadak (Sidak) cukai pita rokok disejumlah titik di Kota Madiun, Jawa Timur

Kepala Disperindag Kota Madiun, Sudandi, mengatakan, Sidak ini merupakan program pemberantasan barang ilegal non cukai dan cukai palsu. Operasi ini dilaksanakan mulai tanggal 29 Agustus-7 September 2016.

“Hari ini kami lakukan operasi di 25 lokasi. Termasuk di toko-toko kecil dan distributor. Kalau temuan hari ini, cuma kami temukan dua bungkus rokok kadaluarsa. Penjualnya kami peringatkan dan rokok ditarik,” kata Kepala Disperindag Kota Madiun, Sudandi, kepada wartawan.

Baca:  PAC GP Ansor Karanggeneng Serahkan Bantuan Korban Banjir dan Tanah Longsor Pacitan

Sementara itu Eddy Arifiyanto, Area Sub Agen Manager PT Surya Madistrindo Madiun selaku Distributor rokok Gudang Garam se-eks Karesidenan Madiun yang meliputi Kota/Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo dan Pacitan, mengatakan, pihaknya berani memberikan jaminan, tidak ada pita cukai palsu.

“Jangankan palsu, pita cukai kadaluwarsa saja, rokoknya kita tarik. Misal pita cukai rokok 2015 tapi rokoknya masih ada di toko saat ini, kita ganti. Soalnya kalau yang kadaluwarsa masih beredar dan dibeli konsumen, perusahaan yang rugi. Nanti kalau rokoknya tidak enak, konsumen tidak mau beli lagi,” kata Eddy Arifiyanto, kepada wartawan.

Terkait wacana kenaikan harga rokok yang mencapai Rp.50 ribu/bungkus, menurutnya, jika itu benar-benar terjadi akan merugikan perusahaan rokok. Alasannnya, konsumen akan menurun.

Baca:  Gelapkan Mobil, Sales di Madiun Dicokok Polisi

“Ya perusahaan rokok yang rugi kalau harga rokok Pp.50 ribu. Yang jelas jumlah konsumen akan menurun,” pungkas Eddy.

AS