Percepat Penanganan Bencana Longsor Kampak-Munjungan, Begini Cara Kapolres Didit …..

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Bencana alam tanah longsor yang memutus jalur Kecamatan Kampak dan Munjungan masih menyisahkan masalah. Jalan alternatif melalui kecamatan Dongko relatif sempit dan rusak, sementara jalur Watulimo-Munjungan kondisinya juga tak jauh berbeda. Akibatnya, jalan yang sudah rusak keadaannya semakin parah karena dilalui oleh banyak kendaraan. Belum lagi truk dengan muatan yang berat.

Menanggapi keluhan masyarakat, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H menginisiasi rembuk antar stake holder di Aula Kecamatan Kampak. Selain pejabat utama Polres Trenggalek, hadir pula Asisten 1 Pemkab Trenggalek, BPBD, Kadin PUPR< Dishub, Dinkes, Basarnas, Muspika 3 kecamatan terdampak yakni Kampak, Munjungan dan Dongko, Perhutani serta Kades Ngadimulyo, Bogoran, Karangturi, Dongko, Petung dan Salamwates, Rabu (31/01/2018).

Kapolres menuturkan, pihaknya sengaja mengumpulkan semua pihak untuk mencari solusi terbaik mengingat kondisi tanah longsor masih labil dan belum bisa dilewati.

“Kita berkumpul disini bertujuan untuk mencari solusi tanpa tendensi apapun. Semua demi masyarakat terdampak tanah longsor,” jelas AKBP Didit.

Dalam rembug lintas sektoral tersebut, banyak masukan dari peserta yang kemudian dijadikan saran pertimbangan diantaranya terkait kondisi tanah longsor itu sendiri yang ternyata ditemukan masih banyak masyarakat yang nekat menyeberang, krusakan jalur alternatif, ketersediaan tenaga medis. Selain itu, masyarakat Munjungan berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk merawat dan memperbaiki jalan secara swadaya mengingat untuk membuka kembali akses jalan utama yang terdampak longsor membutuhkan waktu cukup lama.

Atas kondisi tersebut, AKBP Didit menginstruksikan bahwa kendaraan yang boleh melintas jalur alternatif adalah kendaraan berukuran kecil. Selain itu, Alumni Akpol tahun 2000 ini juga memerintahkan agar segera di bentuk tim kecil dari Satlantas dan Dishub untuk menkaji jalan yang rawan dan harus ditutup total.

“Kendaraan yang diperbolehkan melintas hanya kendaraan ukuran kecil. Nanti dibuatkan portal sementara. Kemudian, Satlantas bersama Dishub agar petakan jalur, buat kajian titik-titik rawan,” ungkap AKBP Didit.

Di sisi yang lain, AKBP Didit menekankan agar jajaran Muspika lebih proaktif menampung aspirasi masyarakat agar tidak sampai terjadi konflik sosial sebagai dampak dari tanah longsor tersebut. Sedangkan terkait penanganan bencana itu sendiri, AKBP Didit menegaskan kembali, pihaknya siap membantu dan bekerja sama dengan semua stake holder.

“Saya minta mulai besok, Kamis (1/2) semua sudah mulai action di lapangan,” pungkasnya. (Ngudiyono)