Petani Trenggalek Tewas Saat Semprot Padinya, Apa Keracunan?? 

KANALINDONESIA.COM, RENGGALEK: Nahas di alami Trimo (60) seorang petani warga RT 19 RW 02 Dusun Krajan Desa Jatiprahu Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek. Dia di temukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi tengkurap di area persawahan miliknya yang berada di RT 10 RW 04 Dusun Punjung Desa Salamrejo Kecamatan setempat. Korban meninggal dunia diduga keracunan obat semprot padi merk klosifeer,Rabu (31/01/2018)

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S melalui Kapolsek Karangan- AKP Sutrisno membenarkan peristiwa tersebut. Kodisi korban ketika ditemukan dalam posisi tengkurap di area persawahan dengan posisi masih menggendong tangki semprot yang masih berisi obat padi.

“ Benar korban ditemukan  sudah dalam keadaan tewas dengan kondisi tengkurap dan masih menggendong tenki semprot hama padi. Di duga korban meninggal dunia akibat keracunan obat hama padi,’’ ucapnya, Kamis (01/02/2018).

Diungkapkan peristiwa itu berawal, pada Rabu (31/01/2018) sekira pukul 14.00 Wib korban berangkat ke sawah miliknya yang berada di Dusun Punjung Desa Salamrejo dengan maksud untuk menyemprot padi. Sekitar  pukul 16.30 Wib keluarga berupaya mencari  korban karena sudah senja belum juga pulang.

Setelah dicari beberapa waktu akhirnya korban berhasil di ketemukan. Alangkah terkejutnya, begitu di temukan korban sudah tewas dalam kondisi tengkurap di pinggir pematang sawahnya. Posisinya, masih menggendong tengki semprot yang berisi obat padi di punggungnya.

Selanjutnya kejadian tersebut di laporkan ke Polsek Karangan. Mendapat laporan petugas langsung mendatangi lokasi kejadian guna melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP, korban meninggal dunia di duga keracunan obat semprot padi merk Klosifeer, selain itu dari keterangan keluarga korban juga memiliki riwayat hipertensi.

“Tidak ditemukan tanda tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Dimungkinkan korban MD karena keracunan obat semprot padi Merk Klosifeer. Keluarga korban menerima dengan iklas sebuah takdir dan tidak akan menuntut secara hukum atas sebab apapun, serta meminta untuk tidak di autopsi dan di kuatkan dengan surat pernyataan bermaterai. (suparni)