Jumain Appe: Dorong Inovasi Untuk Tingkatkan Ekonomi

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan di tahun 2018 terus mendorong tumbuh dan berkembangnya inovasi dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat dan bangsa.

Hal ini ditekankan Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe dalam pembukaan Rapat Kerja Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di IPB International Covention Center, Bogor, kemarin.

Jumain Appe mengatakan, tahun 2018 adalah tahun politik dan seluruh lembaga negara akan mendapat sorotan publik, baik dari pemerintahan, DPR maupun masyarakat. Salah satu perhatian Presiden Joko Widodo adalah pengembangan inovasi di bidang riset dan teknologi bagaimana mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan umumnya pertumbuhan ekonomi negara.

“Dalam rakernas Kemenristekdikti yang digelar di Medan awal Januari 2018 lalu, Kemenristekdikti serius dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Revolosi industri 4.0  adalah menggabungkan manufacturing yang pengerjaanya serba robotik dan mesin dipadukan dengan teknologi digital berbasis teknologi  informasi,” ujar Jumain Appe.

Menurut Jumain, ekonomi dunia saat ini bergerak dan dikendalikan oleh teknologi informasi, begitu juga di bidang industri. Dalam manufacturing yang memanfaatkan teknologi diharapkan mampu menekan biaya produksi. Begitu juga teknologi informasi juga akan mampu menekan biaya promosi dan lainnya sehingga akan lebih hemat dan efisien.

“Kalau produk dihasilkan dari biaya yang ringan, maka harga jual akan kompetitif dan mampu bersaing dengan produk lain, utamanya dari luar negeri” katanya.

Ia menjelaskan, penguatan Inovasi dalam mendorong program ini adalah mendorong pengusaha pemula berbasis teknologi atau start up Indonesia. Kemenristekdikti mendorong start up dari kalangan perguruan tinggi dengan harapan banyak mahasiswa yang menekuni bidang usaha berbasis teknologi.

“Menurut data Kemenristekdikti, lulusan perguruan tinggi Indonesia masih sedikit yang terjun ke bidang enterpreneur, yakni hanya 3 persen. Sementara lulusan lainnya lebih banyak yang mencari kerja, atau bahkan 11 persen  diantaranya masih menganggur. Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Dirjen Penguatan  yang menangani start up terus memberikan insentif dan pembiayaan bagi pengusaha pemula berbasis teknologi atau start up,” ungkap Jumain.

Jumain berharap PPBT harus mampu memantau dan memajukan start up yang dibina. Sektor lain yang juga harus dibina adalah sektor produksi dalam negeri. Usaha ini untuk menunjang pertumbuhan e-commerce yang sedang booming.

Selain itu, jangan sampai bisnis e-commerse Indonesia maju pesat tetapi yang dijual adalah produk luar negeri.

“Kita harus mendorong sektor produksi dalam negeri berbasis sumber daya alam. Dengan berbasis sumber daya alam Indonesia maka akan memiliki daya saing tinggi,” harapnya.

Ia menambahkan, program pengembangan inovasi lain yang didorong di tahun 2018 ini adalah modernisasi industri dengan mengembangkan risearch and developmant.

Menyiriti industri Indonesia rata rata belum banyak mengembangkan penelitian terkait bidang usahanya, kata Jumain, dampaknya industri Indonesia akan kalah bersaing dengan industri luar negeri.

“Dengan adanya Rapat Kerja Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi ini yang menaungi tiga direktorat, yakni Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi, Direktorat Sistem Inovasi dan Direktorat Inovasi Industri. Ketiga direktorat harus bersinergi untuk menjalankan program kementerian yang diantaranya adalah mendorong inovasi teknologi dan industri yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutur Jumain Apple. @Fatih