Pendopo Bupati Jombang Digeledah KPK, Satpol PP Larang Media Meliput

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG: Usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Jombang berinisial NSW, dan melakukan penyegelan serta penggeledahan di Dinas Kesehatan maupun Rumah Dinas Bupati, sejumlah awak media yang hendak meliput, dilarang masuk oleh Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP).

Beberapa petugas Satpol PP, berdalih sedang bertugas mengamankan aset pemerintah daerah. ” perintah dari atasan wartawan tidak boleh masuk mas,” ujar Tejo S, salah satu petugas satpol PP pada sejumlah jurnalis.

Saat disinggung apa alasan, awak media tidak boleh masuk, pihaknya menuturkan bahwa ini semua sesuai perintah atasan.” gak boleh masuk ya gak boleh mas, jangan ngeyel,” ujarnya.

Sementara itu Agung jurnalis dari CNN, mengaku bahwa pihaknya kecewa dengan sikap Satpol PP, karena menghalangi tugas seorang jurnalis.

” ya itu tadi pak Rahmad sekretaris Golkar boleh masuk, masak kita gak boleh, ada apa ini,” ungkap Agung.

Hingga kini sejumlah, jurnalis dari berbagai media masih menunggu di pos satpol PP pendopo Jombang.

Diberitakan sebelumnya, melalui juru bicara KPK Febri Diansyah membenarkan terdapat OTT terhadap salah satu kepala daerah di Jawa Timur tersebut.

“Ya benar. Ada kegiatan tim di lapangan sore dan malam ini. Kami amankan unsur kepala daerah di Jawa Timur,” kata Febri saat dikonfirmasi lewat pesan sinfkat.

Febri menyatakan, kepala daerah tersebut ditangkap lantaran diduga menerima sejumlah uang terkait dengan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang. Namun, belum diketahui jumlah uang yang berhasil diamankan.

“Ada dugaan penerimaan sejumlah uang,” pungkasnya.(elo)