Dewan Trenggalek Minta Pasar Bendo Dapat Bersaing

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, H Samsul Anam meminta semua pihak utamanya penghuni Pasar Tradisional Bendo , tepatnya di Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan agar menyipkan diri untuk bisa bersaing dengan pasar yang lain agar geliat ekonominya jauh meningkat.

Revitalisasi pasar yang ada di jalan nasional Tulungagung –Bendo ini  baru pertama kali dilakukan sejak pembangunannya pada 1976. Kondisi yang dahulu terkesan kumuh dan gelap, sekarang berubah menjadi pasar yang bersih dan megah.

H Samsul Anam  mengatakan revitalisasi dilakukan sebagai upaya mengembalikan daya tarik pasar-pasar tradisional di tengah era modern. Dia meyakini masyarakat bakal segera beralih kembali ke pasar tradisional.

“Orang biasanya belanja ke pasar malu. Sekarang mal mulai bangkrut. Kalau sekarang kita siap-siap pasar diperbaiki, nanti orang balik ke sini kembali,” ucapnya, Minggu, (04/02/2018).

Politisi asal PKB ini juga mengungkapkan jika dirinya yakin ketertarikan masyarakat sekitar ataupun pendatang akan pasar yang dulunya sangat kusam ini.

“Saat orang balik ke sini, nemunya bukan seperti dulu lagi, tidak lagi becek, sampah dikelola, jualan yang baik. Petani jual disini dapat untung, pedagang dapat untung, harganya jangan tinggi-tinggi juga, biar rakyat pembeli senang,” lanjutnya.

Dia memperingatkan para pedagang agar bersama-sama menjaga Pasar Bendo selalu bersih. Sebab pasar tersebut merupakan salah satu pasar percontohan yang memungkinkan menjadi rujukan para wisatawan.

“Apalagi ini jalur pelancong atau wisatawan yang selalu melewati pasa ini, kalau sudah tertata bersih dan pedagang merawatnya , kita akan jadi salh satu jujugan mereka,” terangnya.

Adapun Pasar Rejosari dibangun di atas tanah seluas 1.422.477 meter persegi di Desa Bendorejo ,Pogalan . Pasar dibangun masih dalam tahap pembuatan los. Dengan menghabiskan dana Rp 5 miliar dari APBN Pusat. Tahap kedua pada 2018 sedianya akan dianggarkan pavingisasi dan fasilitas yang lain termasuk outlet ATM dan jalur khusus difable.

Kepala Dinas Kopersi , Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek , Siswanto, mengatakan pasar terdiri dari satu lantai. Total terdapat ratusan pedagang yang akan segera menempati los masing-masing.

“Fasilitas selain kios, los, pelataran, ada kantor koperasi, ruang laktasi, ruang kesehatan, ATM, los daging khusus,” ujarnya.

Yang menarik, los yang biasanya terbuka, kini didesain dengan sekat-sekat kaca berpintu, sehingga berbentuk seperti kios. Sedangkan pedagang pelataran diberi tambahan fasilitas meja stainless steel.

“Untuk yang khusus difabel nanti akan segera kita bikinkan jalur dengan anggaran yang kita usulkan,” ungkapnya.

Seorang pedagang sayur, Surati (41) menempati los di dalam . Menurutnya, kondisi los yang ia tempati jauh berbeda dibandingkan di pasar yang dahulu.

“Dulu jualan di dekat jalan. Kondisinya dulu becek, sekarang jauh lebih baik, dapat tempat seperti kios. Tapi dipeseni agar selalu dibersihkan,” tutur warga Krandegan Gandusari itu . (hamzah)