Ratusan KK Terdampak Longsor Dapat Suplai Air Bersih

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Dampak yang terasa dialami warga di wilayah longsoran Jalan Raya Kampak- Munjungan, tepat berada di wilayah Dusun Banaran, Desa Bogoran Kecamatan Kampak.

Ratusan Kepala Keluarga (KK) di dusun ini harus mencari air bersih ke dusun tetangga pasca sumber airnya tertimbun material longsor beberapa waktu yang lalu.

Dari informasi yang dihimpun , dusun yang berpenduduk sekitar 430 KK ini memang sulit memenuhi akan kebutuhan air bersihnya jika hanya mengandalkan sumur galian. Selain dalam , kontur tanah  yang belapis bebatuan membuatnya sulit menggali sumber air. Maka itu terpaksa mengambil air bersih dari sumber air yang kini lenyap ditelan timbunan material yang jumlahnya jutaan kubik.

Kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek pasca longsor hampir setiap hari mendistribusikan 5000 liter air bersih melalui truk tengki miliknya ke daerah yang terdampak tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek, Joko Rusianto melalui Kasi logistik Puthut Mahendradata menjelaskan distribusi air bersih untuk mengatasi kesulitan air di daerah Dusun Banaran Desa Bogoran itu harus pihaknya lakukan agar masyarakat tidak lagi mencari air untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya dengan mengambil air dari sungai yang berjarak satu kilometer.

“Kalau harus mencari air , mereka harus berjalan sepanjang satu kilo dari tempat tinggalnya, dan itupun belum tentu layak konsumsi,” ungkapnya, Minggu, (04/02/2018) di Trenggalek.

Apalagi saat musim penghujan seperti ini, menurut Puthut Mahendradata, kondisi airnya sangat keruh dengan warna kecoklatan dan berbau lumpur sehingga jika dikonsumsi untuk air minum jelas tidak memungkinkan bagi kesehatan.

“Air yang diambil dari sungai itu tidak dikonsumsi tetapi hanya untuk mandi dan minum ternak ,” lanjutnya.

Pihaknya, masih keterangan Mahendradata, setiap hari distribusikan air bersih dua tengki ke masyarakat desa setempat sampai kebutuhan air bersih di wilayah itu tercukupi atau mendapatkan solusi.

“Kita selalu siap untuk memasok air di Bogoran itu sampai mereka tidak lagi meminta bantuan kami,” pungkasnya.(ahmad)