Pejuang dan Orientasinya

    Oleh : Subadianto

    Ketua Fraksi PAS DPRD Kab. Trenggalek

    KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Kebahagiaan sejati akan diperoleh manusia bila ia tidak bertumpu pada sesuatu yang fana dan rapuh, dan sebaliknya justru berorientasi pada keabadian. Hal yang demikian bisa pula terjadi pada orang-orang yang punya cita-cita mulia,seperti yang di lakukan bersama para nabi dan rasul, shidiqin, syuhada dan shalihin.

    Mereka tentunya akan sanggup melupakan sakitnya penderitaan dan kepahitan perjuangan karena keterpesonaan mereka pada surga dengan segala kenikmatannya yang dijanjikan.

    Pejuang yang tulus dan bersemangat tinggi pasti akan memiliki wawasan berfikir yang luas dan mulia. Misalnya, manusia yang memang memiliki akal akan bisa mengerti tentang berharganya cincin berlian, mereka mau berkelahi untuk memperebutkannya. Tetapi anjing yang ada di dekat cincin berlian tidak akan pemah bisa mengapresiasi cincin berlian. Ia baru akan berlari mengejar tulang, lalu mencari tempat untuk memuaskan kerakusannya.

    Sampailah anjing tersebut di tepi telaga yang bening dan ia serasa melihat musuh di permukaan telaga yang dianggapnya akan merebut tulang darinya. Karena kebodohannya ia tak tahu bahwa itu adalah bayangan dirinya. Ia menerkam bayangan dirinya tersebut di telaga, hingga ia tenggelam dan mati.

    Itulah ibrah yang harus dijadikan pusat perhatian para pejuang. Apalagi berkurban dijalan Allah sebenarnya sekedar mengembalikan sesuatu yang berasal dari Allah jua.

    Kadang kita berat berjuang dengan harta, padahal harta kita juga dari-Nya. Kita terlalu perhitungan dengan tenaga dan waktu untuk berbuat sesuatu di jalan Allah padahal semua yang kita miliki berupa ilmu dan kemuliaan keseluruhannya juga berasal dari Allah.

    Semoga kita terhindar dari penyimpangan-penyimpangan seperti itu dan tetap memiliki kesungguhan, militansi untuk senantiasa berjuang di jalan-Nya Amin.