Usai Diperiksa KPK Selama 24 Jam, Bupati Jombang Resmi Dijadikan Tersangka

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG: Usai menjalani pemeriksaan selama 24 jam di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini Bupati Jombang Nyono Suherli Wihandoko, resmi ditetapkan sebagai tetsangka atas dugaan suap jabatan.

Plt Dinas kesehatan disebut memberikan uang kepada Nyono agar diangkat menjadi Kepala Dinas Kesehatan definitif. Uang itu disebut berasal dari titipan jasa pelayanan kesehatan dana kapitasi dari 34 puskesmas di Jombang.

“Diduga pemberian uang dari IS ke NSW agar Bupati menetapkannya sebagai kepala dinas definitif, karena dia saat ini masih pelaksana tugas,” imbuh Syarif.

Atas perbuatannya, Nyono disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Inna disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko diamankan penyidik KPK pada Sabtu (3/2/2018). Ia ditangkap bersama dengan ajudannya berinisial M.

Nyono diduga menerima suap pengisian jabatan dan sejumlah proyek pembangunan di Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang. Tak hanya itu, Satgas Komisi Antirasuah juga mengamankan Plt Kepala Dinas Kesehatan Inna Setyowati dan kepala Puskesmas Perak OS dan oknum dokter berinisial DD. Ketiganya sempat diperiksa di Mapolres Jombang.(elo)