Pamit Beli Es, Pasien Sakit Jiwa Asal Wonogiri Tewas Tercebur Sungai

Jenazah korban setelah dievakuasi

KANALINDONESIA.COM : Warga Dusun Ngeblak, Desa Kedunggudel, Widodaren, Ngawi dikejutkan dengan temuan Wahid Firdaus Sanusi (33) warga Desa/Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, Jawa Tengah, yang sudah dalam keadaan tak bernyawa di sungai desa setempat, sekitar pukul 19.30 WIB pada Selasa (30/08/2016).

Dari sumber yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban selama ini menjadi salah satu pasien jiwa di Pondok Asyfa Dusun Berjing, Desa Cepoko, Kecamatan Ngrambe, Ngawi.

Sebelum kejadian atau sekitar pukul 17.00 WIB mendadak korban keluar dari pondok perawatan jiwa dengan alasan mau membeli es di warung.

Melihat pasienya keluar lantas Sutrisno seorang pengasuh Pondok Asyfa langsung mengejar korban namun tidak bisa ditangkap.

Baca:  Kementan Dorong Petani Bentuk Korporasi Berbasis Mekanisasi

Sutrisno pun terus berusaha mencari Firdaus dengan dibantu warga desa setempat namun malah dikejutkan dengan kabar ada orang meninggal di sungai.

“Dia (korban-red) pamit beli es tapi begitu keluar pondok bukanya berjalan tapi malah lari. Terus saya kejar tapi tidak tertangkap lantas sore itu langsung saya cari tapi malah kejadianya seperti itu,” terang Sutrisno, Selasa (30/08).

Menurut salah seorang warga setempat, Sugeng, dirinya sempat mendengar kabar ada orang minta tolong dari arah sungai yang berada di sebelah rumahnya itu. Merasa curiga dengan teriakan, Sugeng mengajak tetangganya pergi ke sungai dan menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa.

Warga kemudian melaporkan ke Polsek Widodaren yang kemudian petugas bersama tim medis langsung mendatangi TKP untuk melakukan pemeriksaan dan visum terhadap korban.

Baca:  Jamu MPFC, Persinga Menang Tipis 2 :1

Dari hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan dipastikan penyebab meninggalnya Firdaus ini murni tenggelam di sungai setelah sempat terjatuh dari bibir sungai setinggi 15 meter.

Jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga melalui pengasuh Pondok Asyfa untuk dimakamkan.

(dik)