DPD RI Hanya Mampu Berteriak – Teriak Karena Haknya Dikerdilkan

KANALINDONESIA.COM, BANGKALAN- Selama ini DPD RI hanya bisa berteriak – teriak di forum resmi tapi tidak bisa mengambil keputusan. Karena hak – hak 133 anggota senator (DPD RI) sengaja dikerdilkan oleh pihak – pihak yang merasa takut kewenangannya akan diambil alih jika kedudukan senator tersebut diperkuat. Hal itu disampaikan oleh salah satu anggota MPR RI, H.Ahmad Nawardi. Saat Rapat Dengar Pendapat Penguatan Peran DPD RI dengan berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa dalam rangka menyerap aspirasi dari bawah, di Hotel Ningrat. Bertindak selaku moderator Sodik Ramadani, nara sumber Direktur Lingkar Jatim, Aliman Harus dan Ahmad Nawardi, Senin, (5/2/2018).

Menurut Nawardi Ahmad, penyerapan informasi dari bawah itu dibutuhkan.Karena berangkat dari usul PKB agar DPD RI yang lahir dari tuntutan reformasi itu dibubarkan dengan alasan eksentensinya tidak berfungsi secara maksimal dan dianggap menghambur – hamburkan uang negara saja.
Disisi lain, kewemangan DPD RI selama ini tidak sama dengan Legislatif maupun Eksekutif dan hanya sebatas hiasan didalam demokrasi.

“DPD RI hanya diberi hak mengusulkan tapi tidak dalam kapasitas mengambil keputusan. Meski yang membahas UU adalah DPD tapi kalau sudah selesai UU- nya, yang memberi stempel selama ini tetap legislatif. Maka jangan heran, jika DPD RI saat ini mendapat julukan staf akhli DPR RI” keluh Nawardi.

Sekaitan dengan itu, untuk memperkuat posisi DPD RI sebagai sebuah lembaga tinggi negara supaya bisa sejajar dengan eksekutif dan legislatif. Senator dari Jatim ini (Nawardi) tengah melakukan lobby – lobby politik untuk andemen yang kelima UUD. Ternasuk memperjuangkan penguatan fungsi DPD RI sesuai kepentingan daerah. Bagusnya Beberapa anggota DPR RI telah sepakat asal kewenanganya tidak sampai tumpang tindih dengan DPR. Saat ini sedang dirumuskan
Bagaimana kesiapan senator jika diberi kewenangan yang tetkait dengan peraturan daerah (perda).

“Selama ini kan tidak ada yang bisa mengevaluasi dan mengawasi Perda. Ini sangat berbahaya bagi negara karena bersifat abu – abu,” paparnya. (yans).