Profesinya Dinilai Negatif, Pemandu Lagu Tempat Karauke Mengaku Meris

PAMEKASAN,KANALINDONESIA.COM: Ditutupnya semua tempat karoke oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pamekasan beberapa waktu yang lalu, nampaknya cukup memberikan dampak serius bagi para pemandu lagu tempat karaoke. Mereka berkeluh kesah, menyusul maraknya kabar isu miring dibergai media sosial tentang profesinya yang dinilai negatif dan disamakan dengan profesi PSK.

Keluh kesah pernyataan mirisnya itu, salah satunya disampaikan oleh Anis, seorang perwakilan dari 80 orang pemandu lagu tempat karaoke di daerah setempat. Ia menyatakan, pihaknya sangat terpukul atas penilaian negatif terhadap profesinya itu dan juga ia dianggap telah melecehkan pihaknya.

“Kami semua merasa sangat terpukul dan menangis atas penilain negatif merka yang telah disampaikan diberbagai medsos. Sebab, profesi kami hanya sebagai pemandu lagu saja dan tidak menjual diri,” kata Anis kepada awak media, senin (05/02).

Kabar isu miring dibergai media sosial tentang profesi pemandu lagu tempat karaoke yang dinilai negatif dan disamakan dengan profesi PSK itu, pasalnya berawal dari munculnya sebuah status di Akun Facebook yang disampaikan oleh salah seorang oknom Pengurus salah satu Partai Politik.Munculnya satus tersebut, menjadi viral karena tanggapan status itu penuh pro dan kontra.(yayad)