Lamongan Sosialisasikan Pilgub Jatim 2018 Pada Komunitas Anak Punk dan Metal

Komunitas Anak Punk dan Metal Lamongan bersama anggota KPU Kabupaten Lamongan. Foto:Omdik_kanalindonesia

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur menggelar sosialisasi pada komunitas anak punk dan metal yang ada di Kabupaten Lamongan yang rata-rata tergolong pemilih pemula di Desa Banyubang Kecamatan Solokuro, Senin (5/2/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Sekitar 100 orang anggota kelompok komunitas anak punk dan metal di wilayah Kabupaten Lamongan dihadirkan guna menerima sosialisasi tentang tahapan dan beberapa hal tentang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018. Tahapan penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur akan memasuki penetapan Pasangan Calon (Paslon) dan dilanjutkan dengan pengundian nomor urut Paslon.

Ketua KPU Kabupaten Lamongan, Imam Ghozali yang membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi kali ini adalah segmentasi berbasis komunitas. Komunitas Punk dan Metal di Lamongan diharapkan juga menggunakan hak pilihnya karena memiliki hak suara sama dengan warga negara yang lain.

Di lain itu, Divisi Parmas dan SDM, KPU Kabupaten Lamongan MH. Fatkhur Rohman mengatakan, kegiatan ini rangkaian tahapan jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni tahun 2018, dengan sasaran komunitas anak punk dan metal yang rata-rata tergolong pemilih pemula dari seluruh wilayah di Kabupaten Lamongan ini.

“Komunitas anak punk identik dengan anak jalanan yang hidup berpindah-pindah (nomaden) dan jarang diperhatikan oleh masyarakat asalnya. Mereka rata-rata memasuki usia 17 – 19 tahun dan tergolong pemilih pemula. Potensi pemilih pemula merupakan pemilih yang cukup banyak, oleh karena itu kita ingin mereka memahami betul hak mereka dalam milih calon Kepala Daerah,” ujar fathur kepada kanalindonesia.com.

Lebih lanjut Fatkhur mengatakan, jangan sampai pemilih pemula ini tidak dipergunakan karena sikap apatis dan Golput, adalah sikap yang kontradiktif, karena menurut dirinya, arah bangsa kedepan menjadi tanggujawab genarasi muda. Maka menurutnya mereka penting diberikan pemahaman untuk menentukan arah daerah dan negara kedepannya.

Dari sosialisasi tersebut, Fatkhur berharap dapat meningkatkan partisifasi komunitas anak punk sebagai pemilih pemula, dan menambah literasi politik artinya kemampuan seorang individu mengetahui tentang demokrasi.

Selain itu, Fathur menuturkan, guna meningkatkan semangat volunterism atau semangat kerelawaan tumbuh di kalangan anak-anak muda. Jadi Fathur berharap, mereka dengan sukarela akan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) tanpa ada paksaan atau rayuan dari pihak manapun. “Dengan program sosialisasikan ini, diharapkan generasai muda lebih memahami tentang hak dan kewajibanya sebagai warga negara, dalam menetukan pilihannya, kedepan mereka akan datang dengan sukalera tanpa paksaan ke TPS” pungkas Fathur.

Sementara itu, Bopak perwakilan komunitas punk memberikan apresiasi terhadap langka KPU ini. Karena selama ini anak punk identik dengan anak jalanan yang sering dianggap tidak memiliki identitas. Sehingga pada akhirnya banyak anak-anak seperti ini mestinya memiliki hak memilih tapi kenyataannya banyak yang tidak terdaftar di DPT. Disisi lain komunitas anak punk jarang tersentuh kegiatan sosialisasi apapun termasuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018. “Kami berharap dengan kegiatan ini memberikan gambaran akan pentingnya partisipasi kami sabagai warga dalam satu wilayah untuk bisa menentukan masa depan daerah kami”, katanya. (Omdik)