Bupati Jombang Terima Suap dari Dana Kapitasi 34 Puskesmas, Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Dikumpulkan

Sejumlah kepala puskesmas se-jombang usai rapat di pemkab

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG: Ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena terima suap dari pelaksana tugas (Plt) Dinas Kesehatan yakni Inna Silestyanti, diduga uang tersebut bersumber dari hasil pungutan liar (pungli) dana kapitasi puluhan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Jombang.

Sejak Juni lalu tercatat ada 34 puskesmas yang dipungut dengan total dana memcapai Rp 434 juta. Setiap puskesmas dikutip 7 % dengan pembagian, 1 % untuk kepala dinas, 1 % untuk kepala paguyuban puskesmas dan 5 % untuk bupati.

Hari ini Selasa 6 Februari 2018, seluruh kepala puskesmas di Kabupaten Jombang, dikumpulkan oleh pemerintah kabupaten (pemkab) Jombang, untuk mendapatkan pembinaan.

” iya ini tadi dikumpulkan untuk mendapatkan pembinaan, dan sockterapi, agar mereka kooperatif terhadap KPK,” kata Purwanto selaku asisten I pemkab Jombang.

Rapat yang diikuti oleh seluruh kepala Puskesmas se kabupaten Jombang ini, dimulai jam 13.00 WIB, di ruang Suerodiningrat, lantai dua pemkab Jombang.

Hal senada juga diungkapkan oleh Agus Purnomo selaku kabag Hukum Pemkab Jombang, seluruh kepala puskesmas dukumpulkan untuk mendapatkan motivasi dari pejabat pemkab, termasuk Plt Bupati Hj Mundjidah Wahab dan Sekda Jombang Ita Triwibawati.

” Ya memberikan arahan dan motivasi, agar pelayanan kesehatan tetap berjalan,” ujar Agus.

Disinggung apakah rapat tersebut, terkait dengan dana Kapitasi Puskesmas yang dikutip sebanyak 7 %, dan dibagi-bagikan pada sejumlah orang, termasuk Bupati, pihaknya membantah hal tersebut.

“enggak ini cuman motivasi buat teman-teman puskesmas,” tukasnya.

Dari pantauan dilokasi, sejumlah kepala Puskesmas enggan memberikan komentar saat ditemui sejumlah jurnalis di lokasi rapat tersebut.” ah gak ada apa-apa mas, acara biasa,” ujar salah satu kepala Puskesmas yang mengikuti rapat tersebut.(elo)