Akhirnya Jenazah Zaki, Pendaki Yang Hilang di Gunung Raung Dimakamkan

Prosesi pemakaman jenazah Zaki Andika Putra di Pemakaman umum Desa Sedayulawas Kecamatan Brondong Lamongan. Foto:Omdik_kanalindonesia.com Dikirim dari Yahoo Mail di Android

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Jenazah seorang pendaki yang hilang dan ditemukan meninggal di Gunung Raung Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, Zaki Andika Putra, telah tiba di rumah duka sekitar pukul 22.00 di RT 03 RW. 03 Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan, Senin (5/2/2018).

Sebelumnya, Zaki dinyatakan hilang sejak Kamis (1/2/2 018) siang pukul 13.15 WIB setelah terpisah dengan rekannya, Mohamad Sholahudin Qoyim (22). Kemudian ditemukan meninggal di bawa “puncak tusuk gigi” Gunung Raung, Minggu (4/2/2018) sekitar pukul 12.49 WIB. Kondisi cuaca yang sangat buruk memaksa tim SAR gabungan dan relawan butuh waktu yang lama mengevakuasi jenazah korban dari puncak gunung tersebut. Setelah dilakukan visum di RSUD Genteng, jenazah korban langsung dipulangkan ke kota kelahirannya di Lamongan.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 7 jam dari Banyuwangi, akhirnya jenazah korban sampai di rumah duka. Hujan tangis keluarga dan kerabat mewarnai kedatangan mobil ambulance yang membawa jenazah korban. Nampak beberapa tokoh masyarakat dan perangkat desa hadir disana, termasuk juga Camat Brondong dan unsur BPBD Kabupaten Lamongan.

Sebelum dimakamkan di makam desa setempat, jenazah terlebih dahulu disucikan di rumah duka dan kemudian disholatkan di Masjid At Taqwa Desa Sedayulawas. Ratusan pelayat ikut menyolatkan jenazah pemuda yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Abu Bakar Assiddiq jurusan Bahasa Arab ini.

Meski pulang dalam keadaan meninggal dunia, Orang tua dan keluarga Zaki tampak tabah dan pasrah dengan musibah yang menimpanya. Selama hidupnya, Zaki dikenal sebagai sosok yang baik dan pendiam di lingkungan sekitar rumahnya.

“Dia ini anak pendiam, melas, gak neko-neko, dan tentunya baik sama keluarga, tidak pernah mbangkang. Selama ini, anaknya kan kuliahnya di Solo, jadi ikut mas-nya di solo,” ujar Linda, sepupuh Zaki kepada kanalindonesia.com.

Sementara itu, Maulan Kepala Desa Sedayulawas bersama Nashiruddin Al Falahi sekretaris Desa Sedayulawas yang sejak Zaki dikabarkan hilang paling sering menjalin komunikasi dengan beberapa pihak termasuk dengan pihak BPBD Banyuwangi mengatakan sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu menemukan jenazah warganya, membantu memperlancarkan kepulangan jenazah dari Banyuwangi ke Lamongan, dan ikut datang kesini guna turut serta menyolatkan sampai mengantar ke pemakaman.

“Segala bantuan yang diberikan oleh semua unsur yang tidak mungkin kami sebutkan sangatlah berarti bagi kami atas nama keluarga. Dengan tulus ikhlas kami tidak bisa memberikan apa-apa hanya ucapan terima kasih dan doa, semoga amal baik kita semua diberi balasan oleh Allah SWT”, pungkasnya.(Omdik)