Jalannya Eksekusi Tahap II Lahan Tol di Jombang, Di Warnai Aksi Warga

suasana pelaksanaan eksekusi di Desa Watudakon Kesamben

KANALINDONESIA.COM : Untuk melanjutkan proses pembangunan tol trans jawa, Jombang- Mojokerto yang berada di Desa Watudakon, kcamatan Kesamben, Jombang, diwarnai aksi yang dilakukan warga setempat. Pasalnya sejumlah rumah  yang terkena lahan proyek pembangunan jalan tol tersebut menolak jika rumahnya dieksekusi. Warga yang menolak jalannya eksekusi tersbut menghadang petugas untuk masuk di Desa.

Nampak sejumlah warga Desa Watudakon yang melakukan aksi berani mengancam akan melakukan bunuh diri sekeluarga dan juga melempari jalan didepan gang menuju rumah yang akan di eksekusi dengan kotoran manusia. Dengan adanya aksi penolakan warga tersebut, aksi saling dorong antara petugas dan warga tak bisa dihindarkan.

Seorang warga yang menjadi korban pembangunan tol yakni, Dentok Lisbianto, memaparkan bahwa pihaknya beserta  warga yang lain akan tetap melakukan segala cara untuk termasuk mengancam akan meledakkan tabung elpigi, demi menghentikan proses jalannya eksekusi. Hal ini dilakukan karena harga yang diberikan oleh BPN untuk ganti rugi rumahnya dinilai oleh Dentok terlalu murah, dan tidak layak, serta meyalahi prosedur yang berlaku.

Baca:  KPK Turun Gunung Geledah Ruang Kerja Sekdakab Jombang

“Silahkan eksekusi, saya juga mempunyai hak saya, saya siap membakar elpiji di depan kalian, kita sekeluarga berani bunuh diri, saya siap mempertahankan hak saya, harga diri saya, karena harga yang ditetapkan oleh BPN tidak melalui prosedur,” ungkapnya pada kanal indonesia.(31/08/2016)

Masih menurut Dentok,”Kami disini warga indonesia dan berhak memperjuangkan hak kami. Kami tetap akan berjuang untuk mempertahankan apa yang kami miliki. Silahkan kalian eksekusi, kami tetap berjuang untuk hak kami,” tegasnya.

Berbagai macam upaya untuk memperhankan hak masing-masing warga dilakukan dalam pelaksanaan eksekusi tersebut. Bahkan berbagai upaya yang nekat dan ekstrim dilakukan oleh warga setempat. Namun kesemuanya itu tidak berpengaruh terhadap moral petugas yang menjalankan eksekusi.

Proses eksekusi sendiri  berlangsung dalam pengawalan ketat ratusan petugas dari Kepolisian Jombang, Satpol PP, Kodim 0814, dan juga petugas pengadilan negeri jombang. Aparat gabungan ini sengaja didatangkan untuk melakukan pengamanan jalannya eksekusi. Beberapa warga yang melakukan provokasi ditangkap petugas untuk diamankan dan dimintai keterangan lebih lanjut. Setidaknya ada 21 rumah warga yang terkena dampak proyek pembangunan jalan tol trans Jawa Kertosono – Mojokerto.

Baca:  Pemuda Lingkar Tambang Kembali Tutup Gate PT AMNT

“Sebanyak delapan orang kami amankan karena mengahalangi proses pelaksanaan ekeskusi. Dan saya berjanji mereka akan dilepas kembali setelah yang bersangkutan di data oleh petugas dan juga dimintai keterangan,” ujar Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto.

Masih menurut Kapolres Jombang ,”sebanyak 975 personil gabungan dari Polres Jombang dan Satbrimob Polda Jawa Timur diterjunkan untuk proses pengamanan pelaksanaan eksekusi. Beberapa satuan lain juga kami libatkan dalam pengamanan pelaksanaan eksekusi ini yakni, polwan, sabhara dan brimob, dan bantuan personil dari satpol PP Kabupaten Jombang,” pungkasnya.

Pembangunan jalan Tol Jombang – Mojokerto terbagi menjadi empat seksi sepanjang 40,5 KM yakni seksi I sepanjang 14,7 KM sudah beroperasi tahun lalu terbentang mulai dari Kecamatan Bandarkedungmulyo, Perak, dan Megaluh, dan Tembelang. Sedangkan seksi II sepanjang 19,9 KM membentang dari Kecamatan Tembelang, Peterongan, Kesamben, dan Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedek, Mojokerto.

Baca:  Pastikan Kesiapan Pengeboran Gas di Jombang dan Sidoarjo, SKK Migas Lakukan Pengecekan

Patut diketahui bahwa jalannya eksekusi yang dilakukan di lahan tol Jombang – Mojokerto Seksi II berada di lima Kecamatan yakni Kecamatan Kesamben meliputi Desa Kedungmlati sebanyak 46 bidang, Desa Watudakon sebanyak 39 bidang, Desa Blimbing sebanyak 21 bidang dan Desa Carangrejo sebanyak 3 bidang.

Sedangkan Kecamatan Sumobito meliputi Desa Kendalsari sebanyak 54 bidang. Di Kecamatan Peterongan Meliputi Desa Tengaran sebanyak 1 bidang. Sementara di Kecamatan Tembelang sebanyak lima bidang di Desa Kedunglosari. Dan yang terakhir di Kecamatan Bandar Kedungmulyo meliputi Desa Brodot sebanyak 3 bidang.

Sementara seksi III mulai dari Desa Kemantren, Kecamatan Gedek, hingga Desa Canggu, Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto sepanjang 5 KM masih dalam proses pengerjaan. Dan seksi IV melintasi ruas Desa Brodot Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo yang menghubungkan ruas tol Soker (Solo – Kertosono).

(elo)