Hadiri Kegiatan Partai, Dua ASN Disemprit Bawaslu Kota Madiun

KANALINDONESIA.COM, MADIUN: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Madiun mengiirimkan surat peringatan kepada dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menghadiri acara internal partai. Kedua ASN tersebut yakni Sekretaris Daerah kota Madiun Maidi serta dosen IAIN Ponorogo yang juga ketua MUI kota Madiun Sutoyo. Rabu (07/02/2018).

Ketua Panwaslu kota Madiun Kokok Heru Purwoko saat ditemui diruang kerjanya membenarkan tentang adanya surat teguran untuk dua ASN di pemerintahan kota Madiun, bukti bukti juga sudah ada sehingga hari ini surat teguran sudah dilayangkan kepada yang bersangkutan dengan tembusan Walikota Madiun. “Pak Maidi itu harap diingat bahwa beliuanya itu statusnya masih ASN walaupun dia adalah bakal pasangan calon walikota Madiun, tapi sampai saat ini itu dia masih sebagai ASN apalagi sebagai sekda kota Madiun sehingga dalam hal ini melekat kode etik seorang ASN.

Dengan kedatangan kemarin diacara partai hotel Merdeka dan juga kemarin malam di Gor juga acara kepentingan partai, sehingga pada hari ini dengan bukti bukti yang ada sudah kami layangkan surat teguran secara tertulis kepada beliau nya dan tembusan kepada walikota,” kata Kokok HP.

Menurut Kokok HP sapaan akrab ketua panwaslu ini, pelanggaran yang dilakukan adalah karena ikut menghadiri acara partai. Hal itu melanggar PP no.42 tahun 2004 bahwa ASN itu dilarang untuk menghadiri kegiatan kegiatan partai apapun alasannya, “Pelanggarannya ya itu tadi menghadiri acara acara partai hal itu ada di PP 42 tahun 2004. Meski menghadiri diluar dinas, karena status ASN itu masih melekat,” jelasnya.

Panwaslu berharap kepada ASN kota Madiun untuk bersikap netral, khususnya untuk Maidi menurut hematnya pasangan bakal calon walikota itu menunggu penetapan setelah tanggal 12 barulah dia berhak mengadakan kegiatan kegiatan dengan pasangan calon walikota lain. Dan pihak Panwaslu pun akan memaklumi jika pada tanggal tersebut surat pengunduran dirinya belum terealisasi.

“Ini sudah last minute kan, nanti jika tidak ada aral melintang tanggal 12 penetapan sudah ada, barulah Maidi bisa melakukan kegiatan bersama paslon lainnya, meskipun pada tanggal tersebut mungkin surat pengunduran dirinya belum teralisasi kita bisa maklumi itu,” pungkasnya.