Mengenal Sosok AKBP Didit Bambang Wibowo S, SIK, MH Kapolres Trenggalek

Oleh : SuparniTrenggalek

          Bagian 1

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Sejak tanggal 1 Desember 2017 yang lalu, AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. resmi menjabat sebagai Kapolres Trenggalek. Sebelum menjadi orang nomer satu di wilayah hukum Polres Trenggalek, ia bertugas di Robinkar SSDM Polri.

Selepas SMA, dorongan untuk mengabdikan diri kepada negara melalui Kepolisian semakin tak terbendung. Saat mengetahui dibuka pendaftaran anggota Polri ia pun tak melewatkannya.

“Saya ikut seleksi Seba dan Akabri. Waktu itu masih bisa mendaftar bersamaan. Dua-duanya lulus dan saya memilih jalur Akabri.” Ucap Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, Rabu, (7/2) di Trenggalek.

Sosok yang ramah, tegas dan berwibawa serta peka terhadap segala permasalahan dilingkungannya, lahir dari keluarga besar Polisi. Dan ternyata masa kecilnya lebih banyak di habiskan di kota pahlawan Surabaya.

Didit kecil bersekolah di SDN 69 Surabaya dan termasuk anak cerdas serta berprestasi. Setelah lulus dari SDN 69 Surabaya tahun 1990, kemudian melanjutkan ke SMPN 4 Surabaya tahun 1993 dan SMAN 10 Surabaya lulus tahun 1996 yang merupakan salah satu sekolah favorit.

AKBP Didit menuturkan, setelah lulus Akabri atau sekarang Akpol dan berpangkat Ipda, pertama kali tugas yang diemban adalah Pamapta C Polresta Palu Polda Sulteng. Satu tahun kemudian bergeser menjadi Kanit Sabhara, kemudian Kanit Turjawali masih di Polresta Palu. Tahun 2004, ia dipercaya memegang amanah sebagai Kasatlantas Polres Parigi Montong.

“ Pengalaman paling menarik saat jadi Kasatlantas di Polres Parigi Montong adalah saya berhasil mengungkap kasus kecelakaan lalu lintas di jalan hutan. Dimana tidak ada saksi satu pun yang bisa dimintai keterangan. Namun dengan kegigihan dan insting polisi, kami  diberhasil menangkap pelaku tabrak lari lengkap barang bukti kendaraan,’’ungkapnya.

Banyak pengalaman yang didapatkan saat bertugas di Sulawesi Tengah. Keindahan alamnya luar biasa selain itu masyarakatnya cukup ramah. Tantangan terberat hanya dari segi geografis dan infrastruktur saat itu… bersambung…