Ibu Paruh Baya di Gandusari Ini Nekat Gantung Diri, Apa Penyebabnya….

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Warikem (55), wanita paroh baya , warga RT 28 RW 13 Dusun Kacangan Desa Ngaryung Kecamatan Gandusari terpaksa mengakhiri hidupnya dengan cara tidak wajar. Perempuan yang kesehariannya hidup bertani ini meninggal dunia dengan cara menggantungkan dirinya di pintu kamarnya sendiri. Dugaan awal dari kepolisian setempat, korban nekat gantung diri akibat kesedihan yang berkelamaan pasca ditinggal kedua buah hatinya yang sudah tidak tinggal serumah karena telah berkeluarga sendiri, Rabu, (8/2) pukul 06.30 WIB. Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo melalui Kapolsek Gandusari AKP Rohadi menjelaskan korban diketemukan anaknya sendiri , Ronari (28) , melihat yang bersangkutan tidak terlihat di halaman rumahnya. “Anaknya yang nomor dua ini sedang melintas di rumah korban yang tak lain ibunya sendiri. Tetapi kecurigaan muncul karena rumahnya tidak di buka seperti biasa,” ucapnya. Bonari, masih keterangan Kapolsek Rohadi, langsung memarkir sepeda motornya dan langsung mendobrak pintu rumah itu. Namun kaget dialami Bonari ketika akan menuju kamar ibunya itu , melihat sosok ibunya telah tergantung di kusen pintu kamarnya sendiri dengan kondisi terkulai. “ Anak korban mengetahui ibunya sudah terkulai dengan posisi menggantung terikat lehernya dengan seutas tali,” lanjutnya. AKP Rohadi menuturkan , pukul 07. 15 WIB , Bonari yang tengah shok , langsung berlari menghubungi kakaknya, Winarti, (35), yang rumahnya beberapa ratus meter saja jaraknya dari rumah almarhumah. “ Saksi ini langsung mendatangi rumah kakaknya, dan secara berbarengan menuju tempat bapaknya bekerja di Desa Sukorejo yang masih tetangga desa korban berjarak kilometer,” tuturnya. Tak berselang lama , keluarga ini melapor ke kantor desa setempat yang diteruskan ke Mapolsek setempat. Secepatnya aparat berwenang ini langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang tidak lain rumah korban. “ Aparat langsung datang guna melakukan olah TKP dan menanyai beberapa saksi yang kita anggap tahu persis kejadian itu,” terangnya. Dari hasil medis yang dilakukan pihak Puskesmas Gandusari, tidak ditemukan unsur yang menguatkan tindak kekerasan terhadap korban ini. Maka itu , jenazah rencananya akan dikebumikan sekitar pukul 12.00 WIB dan itu atas permintaan keluarga korban sendiri. “Jenazah Warikem, sedianya akan dimakamkan di TPU setempat atas permintaan keluarga,” tandasnya. Kesimpulan dari pihak kepolisian , AKP Rohadi memungkasi keterangannya , kejadian ini murni gantung diri dan tidak ada unsur penganiayaan bahkan kekerasan. “Ini murni gantung diri , tidak ada yang lain,” pungkasnya. (ngudiyono)