Melawak di Hong Kong, Yudho Terancam Hadapi Pengadilan

KANALINDONESIA.COM, NGAWI: Dua pelawak asal Jawa Timur, Yudo Prasetyo (Cak Yudho) dan Deni Afriandi (Cak Percil) diadili di Hong Kong diduga masuk Hongkong menggunakan visa turis pada 2 Februari 2018.

Mereka kemudian ditangkap otoritas setempat 2 hari kemudian setelah diduga menerima imbalan usai mengisi acara yang dihelat buruh migran, di daerah Tsim Sha Tsui, Hong Kong. Pasca penangkapan itu, kini viral di medsos surat terbuka salah satu istri pelawak yakni, Precil. Surat tertanda Deni Kristiani itu ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo.

Isi surat meminta perhatian pemerintah atas ketidak-pahaman warga desa akan prosedur  harus dilaksanakan, jika akan bekerja di luar negeri.

Kristina, memohon bantuan negara untuk hadir meringankan dakwaan pada suaminya, karena tidak paham hukum.

Kristina sendiri berprofesi sebagai sinden. Deni merupakan warga asli Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar. Dia menikah dengan Cak Precil warga Surabaya sekitar 5 tahun lalu. Kasus menimpa suaminya di Hongkong, membuat wanita cantik itu shock.

Sementara itu, Wariani istri Yudho mengaku kaget nasib yang dialami suaminya. Sayangnya, ia belum mengetahui persis permasalahan sebenarnya apalagi tuduhan penyalahgunanaan visa kunjungan. Wariani pilih mengaku pasrah dan hanya berharap kepada pemerintah untuk segera turun tangan membantu menuntaskan permasalahan yang dihadapi suami tercintanya tersebut.

“Gimana lagi sejak berangkat sudah kehilangan kontak. Tahu-tahu suami saya bersama Mas Precil ditahan,” terang Wariani, Kamis (08/02/2018).

Menurutnya, Yudho memang berangkat ke Hongkong bersama Percil. Suaminya berangkat sejak Kamis (01/02/2018). Semenjak saat itu, dirinya mengaku belum saling kontak. Hingga akhirnya, kabar penangkapan terhadap Yudho didapatnya melalui media sosial. Dirinya sempat kaget. Hanya, Wariani mengaku tidak lantas menghubungi suaminya. Wariani justru dihubungi oleh pihak managemen tentang perkembangan kasus Yudho dan Percil.

Terpisah, Kepala Imigrasi Kelas II Madiun Kurniadie membenarkan salah satu dari 2 orang itu membuat paspor di Imigrasi Kelas I Madiun.

“Ada yang membuat paspor disini atas nama Yudo Prasetyo beralamat Dusun Jurug, Desa Dunplengan, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, bernomor B 9230382 tujuan wisata ke Hongkong,” jelasnya. (sam)