Dua Pelawak Yang Ditahan di Hongkong Menggunakan Visa Turis

Kepala Imigrasi Kelas II Madiun Kurniadie (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan beberapa hari lalu. Salah satu pelawak diadili di Hongkong membuat paspor di Imigrasi Kelas II Madiun.

KANALINDONESIA.COM, MADIUN: Dua pelawak asal Jawa Timur yaitu Yudho Prasetyo (Cak Yudho) dan Deni Afriandi alias Cak Precil didakwa melanggar UU Imigrasi Hong Kong dengan tampil melawak di sebuah acara dan menerima bayaran dengan hanya berbekal visa turis. Terkait kasus tersebut,  Imigrasi Hong Kong menemukan bukti permulaan cukup telah terjadi pelanggaran izin tinggal maupun penyalahgunaan visa turis.

“Hal tersebut terbukti dengan telah disidangkannya kasus tersebut di Pengadilan Shatin hari,” jelas Konsul Kejaksaan dari KJRI Hong Kong, Sri Kuncoro, seperti dikutip BBC.com. Dua pelawak dari grup Guyon Maton itu digerebek saat baru memulai acara menghibur masyarakat WNI, Minggu (04/02/2018) di daerah Tsim Sha Tsui, Hong Kong.

UU Imigrasi Hong Kong melarang semua orang yang datang ke kota itu dengan visa turis untuk menjadi pembicara, penghibur, atau hadir di sebuah acara dengan menerima bayaran. Jika orang itu datang ke sebuah acara dengan menerima bayaran, maka dia sebelumnya harus mengajukan visa hiburan ke Imigrasi Hong Kong, dan bukan hanya masuk ke kota itu dengan berbekal visa turis.

Untuk mendapatkan visa hiburan ini, penampil yang bersangkutan harus memiliki organisasi sponsor atau penjamin yang berdomisili dan berizin resmi di Hong Kong, dan membayar biaya yang sama dengan biaya visa kerja.

Sementara visa turis tidak mengharuskan adanya sponsor dan diberikan secara cuma-cuma selama 30 hari untuk semua WNI bersangkutan akan masuk melalui gerbang imigrasi di bandara atau pelabuhan Hong Kong. Pelanggar UU Imigrasi Hong Kong terancam denda maksimal HKD 50.000 (sekitar Rp 87 juta) dan penjara paling lama dua tahun.

Maka itu, KJRI berharap semoga ini jadi pelajaran bagi seluruh WNI di Hong Kong. Di samping itu KJRI mengimbau agar semua WNI, organisasi, komunitas Indonesia yang ada di Hong Kong untuk dapat menjadi tamu  baik. “Lalu, taat dengan hukum serta aturan berlaku di Hong Kong,” ujar Konsul Kejaksaan Sri Kuncoro.

Petugas Imigrasi dan polisi Hong Kong langsung menurunkan spanduk acara dan menyitanya sebagai bukti, membawa dua pelawak tersebut dan juga seorang WNI yang menjadi ketua panitia acara tersebut untuk diinterogasi.

Kepanikan sempat terjadi, hingga petugas Imigrasi dan polisi sempat menenangkan semua WNI datang di acara itu dan meminta mereka tidak meninggalkan tempat acara sampai akhirnya dua pelawak dan ketua panitia acara dibawa ke kantor Imigrasi untuk diinterogasi.

Setelah diinterogasi, Imigrasi akhirnya melepas ketua panitia acara yang adalah seorang TKI di Hong Kong itu dengan ketentuan wajib lapor satu bulan ke depan. Namun, Cak Percil dan Cak Yudho langsung masuk tahanan dan kasus mereka dinaikkan ke pengadilan.(sam)