Bupati Emil Dardak Mengaku Lega Perda RTH Disahkan

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Bupati Trenggalek, Emil Elistianto Dardak merasa senang dengan disahkannya Perda Ruang Terbuka Hijau (RTH) karena salah satu target mewujudkan masyarakat yang berkualitas adalah menciptakan lingkungan yang sehat pula.

“Pada dasarnya amanat Perda ini harus bisa diimplementasikan agar bisa bermanfaat bagi masyarakat Trenggalek, “ungkapnya, usai menjalani persidangan Paripurna di DPRD Kabupaten Trenggalek, Jum’at, (9/2) di Trenggalek

Bupati termuda ini akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan semua kawasan yang ada di Trenggalek menjadi sehat.

“Kawasan hijau itu adalah, ruang terbuka hijau dalam bentuk jalur hijau tepi sungai, tengah jalan dan dibawah penghantar listrik tegangan tinggi, ” katanya.

Emil menegaskan, terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB), pemerintah daerah akan memberikan izin kepada perseorangan atau badan tetapi desain dan pelaksanaan bangunan harus sesuai dengan tata ruang yang berlaku.

“Untuk menempati bangunan tersebut harus disesuaikan dengan koefisien dasar bangunan yang ditetapkan, “cetusnya.

Selanjutnya, menurut Emil, RTH itu harus disusun secara sistematis dan terpadu untuk mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan.

“Perlu adanya pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan dan pengawasan dari penegak hukum, ” pungkasnya.

Sebelumnya Bupati yang kini macung menjadi calon Wakil Gubernur jatim 2018 ini pernah mengungkapkan jika Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Trenggalek saat ini dinilai tidak relevan dengan kondisi dan perkembangan kebutuhan tata ruang wilayah, khususnya di perkotaan.

Hal itu diungkapkan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak di Trenggalek, hampir dua tahun yang lalu. “Ada urgensi untuk me-review perda mengenai rencana tata ruang wilayah di Trenggalek,” kata Emil.

Ia menggagas wacana alih fungsi lahan pertanian di wilayah perkotaan demi mempercepat laju pembangunan daerah di sektor industri-perdagangan maupun kemajuan sosial-budaya.

Emil mencontohkan rencana pembangunan RSUD dr. Soedomo Trenggalek yang berada di pusat kota namun lokasinya berimpitan dengan areal persawahan.

Menurut suami artis Arumi Bachsin itu, larangan alih fungsi lahan pertanian untuk kegiatan pembangunan sebagaimana diatur dalam perda RTRW justru menyebabkan rencana pembangunan wilayah terhambat.

“Menurut saya lahan pertanian di perkotaan sebenarnya tidak signifikan dalam memberikan sumbangsih terhadap perkembangan ekonomi maupun kemajuan kota,” ungkap Emil.

Selain untuk kemajuan perekonomian, kata dia, lahan persawahan di tengah kota seharusnya bisa dialihfungsikan untuk hal lain seperti pengembangan ruang terbuka hijau, maupun fasilitas publik lain.

Terlebih, lanjut dia, mayoritas lahan pertanian di wilayah perkotaan sebenarnya merupakan aset pemkab sehingga peluang pemanfaatan untuk kepentingan pembangunan daerah cukup besar.

“Perlu pemikiran lebih lanjut untuk alokasi dalam tata ruang ini agar tata ruang wilayah yang semangatnya mengedepankan lahan berkelanjutan tidak bertentangan dengan kebijakan pembangunan daerah,” pungkasnya. (ahmad)