Kelompok Pojok Gelar Pertunjukan Teater “Nonton Capgome”

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: Bertempat di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, tanggal 10-11 Februari 2018 digelar pertunjukan teater berjudul Nonton Capgome.

Pementasan ini diselenggarakan oleh Kelompok Pojok didukung para seniman Bulungan, siswa-siswi sekolah SMAN 32, SMAN 6, SMAN 86, SMA Hang Tuah, dan Sekolah Musik Miladomus.

Tamimi Rujita selaku sutradara Nonton Capgome, mengatakan pementasan teater ini diadakan untuk merayakan Tahun Baru China atau biasa dikenal Tahun Baru Imlek yang tahun ini jatuh pada tanggal 16 Februari 2018.

“Capgome merupakan waktu bulan purnama pertama di Tahun Baru Imlek. Orang Tionghoa atau keturunan China di Indonesia biasanya mengadakan perayaan seperti pertunjukan barongsay, pasar malam atau nonton film di area terbuka,” ujar Tamimi kepada Kanalindonesia.com di Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Ia menjelaskan, pementasan teater ini disadur dari sebuah naskah yang ditulis tahun 1930-an berjudul Nonton Capgome karya sastrawan sekaligus wartawan bernama Kwee Tek Hoay.

Dari naskah inilah, Tamimi bersama timnya melakukan riset mulai dari mengenai sejarah masuknya orang-orang Tionghoa di Indonesia, tradisi adat istiadatnya hingga berkunjung langsung ke tempat yang banyak bermukim masyarakat Tionghoa di Indonesia yakni di Jalan Dadap atau dikenal dengan kawasan Cina Benteng, Pancoran Glodok dan Pasar Semawis di Semarang.

“Setelah riset kami kumpulkan crew, latihan, perencanaan hingga pementasan ini. Lebih kurang sekitar 9 bulan dimulai dari riset bulan Mei 2017 hingga pertunjukan ini,” ungkap wanita cantik alumni Sastra Bahasa Indonesia, Universitas Indonesia ini sumringah.

Tamimi mengaku mulai dari riset hingga pementasan mengeluarkan dana tidak sedikit tanpa adanya sponsor perusahaan besar. Tapi ia bersyukur rekan-rekan dan koleganya membantunya demi terselenggaranya pertunjukan teater Nonton Capgome ini.

“Pengeluaran sekitar Rp150juta. Banyak yang bantu kok,” kilah Tamimi.

Saat ditanya harga tiket untuk menyaksikan pertunjukan teater ini, kata Tamimi, pihaknya mengenakan harga Rp 75.000 kelas Balkon, Rp 50.000 kelas Reguler, dan Rp 200.000 kelas VIP.

Pertunjukan hari Sabtu, 10 Februari 2018 pada pukul 19.30 WIB sedangkan hari Minggu 11 Februari 2018 pada pukul 16.00 WIB.

“Tiket pertunjukan sudah terjual sekitar 1000 seat tempat duduk bahkan bisa lebih. Kami hanya ingin bangsa ini menjadi tunggal ika di dalam kebhinekaannya. Bahwa mereka juga adalah kita yaitu Indonesia dan tidak ada yang membedakan antara kita dan mereka. Itu spirit kami dalam menggarap pertunjukan ini yang merupakan spirit sang penulis itu juga,” tutur Tamimi. @Fatih