Tak Kunjung Mendapat Perbaikan , Jalan Gador-Sumberejo Rusak Parah

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Jalan penghubung antara Desa Gador dan Desa Sumberejo yang keduanya berada di Kecamatan Durenan kini rusak berat. Keadaan ini pun tak kunjung diperbaiki hingga membuat warga kesal. Merekapun berusaha secara mandiri memberi uruk grasak di beberapa jalan yang rusak seadanya untuk mengurangi resiko yang acapkali menghantui pengedara jika melewati jalanan itu.

Dari pantauan, kondisi jalan rusak itu mulai terlihat dari Gador arah Sumberejo ada banyak lubang, hingga aspalnya tidak kelihatan dan yang terlihat hanya tanah becek arteri di sepanjang kurang lebih 1 Kilometer.

Sedang ukuran lubangnya pun bervariasi, dengan kedalaman sampai 15 centimeter, lebar 1 hingga 2 meter dengan panjang separuh badan jalan.

“Sudah tidak bisa terhitung lagi pengendara yang mengalami kecelakaan terutama pengendara sepeda motor,” kata Musani (56) warga Desa Sumberejo, Sabtu (10/2/2018).

Namun , jika datang cuaca panas , debu pekat sudah menjadi asupan warga di kesehariannya.

“Mau apa lagi , kondisinya memang begini , datang panas ya mesti berdebu,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, warga prihatin dan berembug melakukan pengurukan secara swadaya. Pertimbangannya terlalu lama menunggu tindakan dari dinas terkait. Merekapun bergotong-royong menguruknya dengan grasak dan tanah.

“Kami sudah berusaha memberikan grasak pada jalan berlubang, namun grasak cepat hilang, sehingga cepat rusak lagi,” tambah Musani.

Belum adanya respon dari pemerintah , masih keterangan pria ini, membuat keruskan makin hari makin parah saja. Untuk itu dia bersama warga yang lain mengharapkan pemerintah segera turun tangan mengatasi kondisi ini secepatnya.

“Jalan ini belum pernah diperbaiki, saat ini rusaknya lebih parah, apa karena terlalu banyak kendaraan besar yang melewati jalan ini, tapi kami berharap pemerintah kabupaten Trenggalek untuk segera memperbaiki jalan ini,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Agus (24) warga setempat , jalan rusak ini rawan terjadi kecelakaan terutama pada malam hari.

“Jalan rusak ini rawan kecelakaan saat malam hari, terutama pengendara sepeda motor. Dikira hanya genangan air, tapi ternyata jalannya lubang, akhirnya kecelakaan tak bisa dihindari,” ujar Agus. (ngudiyono)