Wartawan Gadungan Diamankan, Palsukan Dokumen untuk Kelabui Kapolres Trenggalek

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK :Pasca diperiksa secara marathon dengan lebih dari 24 jam, akhirnya JRM(51), warga Kelurahan Tambaksumur, Kabupaten Sidoarjo resmi menjadi tahanan Polres Trenggalek. Pasalnya pria yang mengaku wartawan dari sebuah stasiun televisi swasta ternama di Jawa Timur ini terbukti memalsukan surat tugas dan kartu identitas pers dari kantornya, yakni pihak PT Surya Citra Televisi.

Tidak tanggung-tanggung pria paruh baya ini diduga ingin mengelabuhi Kapolres AKBP Didit Bambang Wibowo dengan mewawancarai seputar pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 serta berharap ada imbalan uang dari hasil liputannya itu.

Kapolres Trenggalek , AKBP Didit Bambang Wibowo dalam rilisnya mengungkapkan, pelaku awalnya mengirimkan surat izin peliputan kepada pihaknya sejak Senin (05/02/2018) dengan dilengkapi surat tugas peliputan yang berkop perusahaan televisi tersebut.

“Berdasarkan kros cek yang dilakukan pihak kami ternyata surat tugas dan kelengkapan pers yang dimiliki pelaku palsu semua,” ungkapnya, Sabtu, (10/02/2018).

Kapolres Didit melanjutkan, sesuai surat yang diajukan pelaku, oleh pihaknya kemudian diteruskan kepada perusahaan yang diklaim pelaku untuk meruntut kebenaran surat tersebut.

“ Kita mendapat konfirmasi pak Danu Sukendro sebagai penanggungjawab dari PT Surya Citra Televisi Jatim dan benar memang surat itu palsu adanya,” lanjutnya.

Dari kecurigaan awal itulah, tepat hari Jum’at (09/02/2018) pukul 14.00 WIB saat yang bersangkutan tersebut datang di Mapolres Trenggalek, pihak perusahaan resmi melaporkan tindak pemalsuan yang dilakukan pelaku.

“Pelaku kita amankan berdasarkan laporan dari perusahaan yang dirugikan itu,” tandasnya.

Dikatakannya, pelaku juga harus diperiksa secara intensif oleh penyidik Polres Trenggalek, dengan dikuatkan pula surat dari kantor pusat perusahaan itu di Jakarta.

“Kita juga tidak gegabah, lampiran surat resmi dari pihak perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta juga kita mintai,” katanya.

Kini pelaku yang tergolong bernyali ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yakni pemalsuan dokumen dan harus meringkuk di sel tahanan Mapolres untuk 20 hari ke depan sesuai aturan hukum.

“Yang bersangkutan kita proses dan berkas perkaranya sedang digarap petugas kami,” pungkasnya. (hamzah)