Tradisi Kenduren Durian Wonosalam, Ricuh

Sejumlah pengunjung yang dilarikan ke tenda perawatan akibat pingsan usai berdesakan

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG: Tradisi Kenduren Durian 2018, yang dilaksanakan di lapangan Wonosalam, berlangsung ricuh.

Sejumlah pengunjung jatuh pingsan akibat kepanasan saat berdesakan berebut durian. Tak hanya jatuh pingsan, banyak pengunjung yang terluka terkena durian, mulai dari tangan hingga bagian kepala. Bahkan banyak sejumlah pengunjung yabg mengeluh

“Kalau tahun tahun sebelumnya, pagi sudah dimulai, ini siang jam setengah dua belas baru dimulai, jadinya ya gini ini,” keluh Fatimah (29), seorang pengunjung yang datang dari Tuban, Minggu 11 Februari 2018.

Mungkin karena faktor cuaca yang panas, sehingga membuat para pengunjung tidak sabar, dan saling berebut. Bahkan, begitu kirab tumpeng durian masuk ke dalam lapangan Wonosalam, tanpa dikomando, merekapun langsung merebutnya hingga nyaris terjadi baku pukul.

“Ngga apa-apa mas luka ini dianggap barokah. Saya sudah tiga kali ini, mengikuti tradisi kenduren durian ini,” ungkap Yudi (35), pengunjung dari Surabaya.

Usai doa dibacakan, petugas yang berada di tumpeng raksasa berukuran sembilan meter tersebut, langsung membagikannya kepada para pengunjung.

Namun, meski sudah terdengar peringatan dilarang untuk melemparkan durian, akan tetapi ttetap saja ada beberapa petugas yang, melempar durian ke arah pengunjung untuk diperebutkan. “Tolong jangan dilempar lemparkan duriannya,” ujar seorang panitia melalui pengeras suara.

Meski diwarnai sejumlah insiden, namun tradisi Kenduren Durian Wonosalam 2018, yang dibuka oleh Plt. Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab, berlangsung meriah. Terbukti dengan antusiasme puluhan ribu pengunjung yang datang dari berbagai daerah.(elo)